Hukrim

Jumat, 8 November 2019 - 01:00 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Dua tersangka, masing - masing didampingi kuasa hukumnya diruang kasubdit Tiga untuk persiapan tahap Dua.

Dua tersangka, masing - masing didampingi kuasa hukumnya diruang kasubdit Tiga untuk persiapan tahap Dua.

Dua Tersangka Debt Collector Terancam 19 tahun Penjara

MAMUJU, pojokcelebes | Dua pemuda yang bekerja sebagai Debt Collector, salahsatu perusahan finance di kota Mamuju, yang menjadi tersangka akibat diduga melakukan tindakan perampasan paksa sebuah mobil truk warna merah dengan nomor Polisi DN 8608 VJ atas nama pemiliknya Herman alamat Kecamatan Malunda Kabupaten Majene. Diketahui berkas perkaranya dinyatakan sudah lengkap atau P21. Dan hari Senin lusa tanggal 11 November, penyidik akan melakukan tahap Dua di Kejari Pasangkayu.

Ditemui Kasubdit Tiga Jatanras Polda Sulbar, AKBP Andi Mappejaji, mengatakan lambatnya proses P21 terhadap Dua terdakwa ini, ditengarai karena beberapa kali berkas perkaranya dikembalikan oleh Jaksa untuk meminta perbaikan. Ditambah dengan locus kejadiannya berada di Kabupaten Pasangkayu, yang jaraknya cukup jauh dari ibu kota Mamuju.

” Memang berkas perkaranya sudah lama kami tangani dengan alasan selalu dikembalikan oleh Jaksa Kejari Pasangkayu, mondar mandir karena perintah perbaikan. Nanti tangga 3 Oktober 2019 kemarin, setelah Jaksa melakukan penelitian ternyata hasil penyidikannya sudah lengkap P21,” kata Andi Mapejaji kepada pojokcelebes. Kamis (7/11)

Mobil yang ditarik paksa Dua tersangka Debt Collector.

Lanjut diakatakan, setelah berkas perkara Dua terdakwa yang diketahui bernama AR bersama rekannya ZU dinyatakan lengkap atau P21. Pihak Penyidik Krimum akan melakukan tahap Dua pada hari Senin tanggal 10 November 2019 di kantor Kejari Pasangkayu kabupaten Pasangkayu.

” karena berkasnya sudah P21, hari Minggu lusa saya star ke Pasangkayu dengan membawa tersangka. Dan Senin besoknya, saya langsung lakukan tahap Dua penyerahan berkas perkara dan penyerahan tersangka ke Jaksa penuntut Kejari Pasangkayu, ” ujarnya.

Seperti diketahui, korban atas nama Herman melapor ke Polisi dengan No Pol : STPLP 1/05/X/2018 / SPKT SULBAR tertanggal 21 Oktober 2018. Dalam laporannya, korban merasa dirampas hak miliknya oleh kedua tersangka sebuah truk yang masih dalam kredit di salahsatu finace di Mamuju dengan cara ditarik paksa. Penarikan paksa itu dilakukan karena pemilik mobil sudah menunggak angsuran. Atas perbuatan yang dilakuan oleh kedua juru sita itu, tersangka diancam dengan pasal 362 kuhp jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau pasal 368 kuhp Jo pasal 55 ayat (1) ke- 1 KHUP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 19 tahun penjara.

Atas kasus ini, tambah Kasubdit Tiga itu meminta kepada masyarakat atau siapa saja. Jika ada yang mengalami kasus seperti diharapkan untuk melaporkannya ke pihak yang berwajib.

” Saya kira jika ada warga yang korban mengalami kasus seperti ini, agar segeralah melaporkanya ke kantor Polisi terdekat, ” harap Andi Mappijaji.|Adji

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya