Advertorial

Rabu, 13 November 2019 - 08:28 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Kakanwil Kemenag Prov. Mamuju, Muflih B. Fattah

Kakanwil Kemenag Prov. Mamuju, Muflih B. Fattah

Kakanwil Kemenag Sulbar Minta Proyek 22 Miliar Pembangunan Asrama Haji Diawasi

MAMUJU,pojokcelebes | Kepala kantor wilayah ( Kakanwil ) Kementerian agama ( Kemenag ) Provinsi Suolawesi Barat ( Sulbar ), Muflih B. Fattah, mengapresiasi atas sejumlah masukan yang disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi ( Kajati ) Provinsi Sulbar, Darmawel Azwar saat bertandang di kantor Kemenag. Selasa kemarin.

Litfi mengatakan, sejumlah arahan tentang hukum yang disampaikan Kajati Sulbar dihadapan sejumlah pejabat utama Kemenag, menjadi sprit buat sejumlah satuan kerja ( Satker ) di Kemenag untuk lebih memperhatikan rambu – rambu yang ada sehingga tidak terjadi pelanggaran hukum.

” kami sangat bersyukur ada pak Kajati datang kemarin dikantor. Dihadapan sejumlah penjabat kami, pak Kajatinya memberikan masukan – masukan positif. Dan tentunya itu cara dilakukan sebagai proteksi dini sehingga rambu – rambu tidak dilanggar,” kata Kakanwil Kemenag Provinsi Sulbar.

Seperti kata dia, tahun ini Kemenag Provinsi Sulbar, tahun 2019 telah mendapatkan proyek pembangunan asrama jemaah haji yang menyerap anggaran begitu besar dengan jumlah 22 Miliar. Dia mengaku, baru kali ini Kemenag mendapatkan proyek dengan jumlah anggaran yang besar. Hal inilah menurut dia, proyek sebesar ini akan dilakukan pengawasan secara maksimal dengan memaksimalakn TP4D. Hanya saja, proyek pembangunan asaraama haji itu masih dalam tanggung jawabnya TP4D Kajati Sulsel.

” Ini yang kami usulkan nanti untuk di menerbitkan SK baru, karena TP4D nya masih melekat di Kejati Sulbar. Kami inginkan bagaimana pengawasannya diawasi oleh tim TP4D Kejati Sulbar, kan kita ini sudah memiliki Kejati baru, ” ujarnya

Dia menambahkan, proyek pembangunan asrama haji itu yang menggunakan APBN yang melekat di Kementerian agama itu dikabarkan akan rampung pada bulan Desember 2019. Dan sejumlah bahan – bahan bangunan seperti matrial termasuk fasilitas gedung tersebut sudah terpesan. Namun kata dia, jika rekanan belum juga memenuhi capaian progres pekerjaan, nantinya akan diberikan waktu 90 hari untuk merampungkannya.

” Proyek pembangunan asrama haji itu berlantai Tiga dan baru mencapi 30 persen. Dan semua sudah siap, baik bahan bangunannya maupun fasilitasnya seperti tangga lift, seng dan fasilitas lainya semua sudah terpesan. Makanya proyek ini, butuh pengawasan secara maksmal untuk mencegah adanya penyimpangan,” tutup Mufli.|Adji

Artikel ini telah dibaca 68 kali

Baca Lainnya