Hukrim

Rabu, 13 November 2019 - 00:06 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Seorang Mantan Kades di Mamasa Kembali Tersandung Kasus Korupsi DD 2017

MAMASA,pojokcelebes | Bantuan Dana Desa ( DD ) adalah bantuan dana dari pemerintah pusat untuk digunakan membangun desa dan memberdayakan masyarakata desa itu sendiri untuk lebih maju lagi. Nah, bagaiamana jika ada oknum yang sengaja memainkan DD, seperti yang terjadi di Desa Sipakuan Kecamatan Balla Kabupaten Mamasa. Mantan Kadesnya inisial DK, memaksa harus berurusan dengan penyidik Tipikor Polres Mamasa untuk mempertanggung perbuatannya, karena diduga mainkan DD tahun 2017.

Informasi yang dihimpun media ini, inisial DK, resmi ditetapkan menjadi tersangka oleh Unit tindak pidana Korupsi ( Tipikor ) Polres Kabupaten Mamasa. Penetapan mantan Kades ini dilakukan setelah penyidik Tipikor telah mengantongi jumlah kerugian negara kurang lebih 245 juta rupiah.

Dikonfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Mamasa Iptu Dedi Yulianto, membenarkan bahwa seorang mantan Kades Sipakuan, inisial DK itu sudah resmi dinaikan statusnya dari saksi menjadi tersangka setelah diketahui ada hasil perhitungan kerugian negara oleh Inspektorat dengan jumlah kurang lebih 245 juta rupiah.

” Hasil audit Inspektorat yang sudah final ada ditemukan kerugian negara kurang lebih 245 juta rupiah, sehingga kami tetapkan jadi tesangka.” kata Yulainto kepada pojokcelebes.Masih dia, adanya temuan kerugian negara oleh Inspektorat senilai 245 Juta, sehingga diketahui dari hasil penyidikan Polisi bahwa ditemukannya adanya dugaan penyimpangan terhadap proyek desa yang menggunakan dana desa ( DD ) tahun 2017.

” Ada beberapa penyimpangan proyek desa yang menggunakan DD tahun 2017. Setelah dilakukan audit oleh Inspektorat, ternyata ada ditemukan kerugian negara, ” ungkapnya.

Lanjut dia katakan, Karena saat ini polisi masih butuh keterangan saksi tambahan, sehingga dalam waktu dekat ini akan mememeriksa saksi sejumlah saksi tersebut, diantaranya dari Dinas PMD, dari perangkat desa.

“Untuk saat ini sementara kami masih melakukan pemeriksaan saksi. Nanti setelah pemeriksaan saksi ini, kami akan lakukan tahap Satu. Dan rencananya dalama waktu dekat ini kalau sudah rampung, akan kami tahap Satu dan berharap bisa secepatnya tahap Dua, ” jekas Yulainto.|Adji/Rus

Artikel ini telah dibaca 127 kali

Baca Lainnya