Hukrim

Senin, 18 November 2019 - 19:21 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Anggota MUI Sulbar ,  hajru Malik didampingi Kasi Intek Kejari Mamuju, Sindrang.

Anggota MUI Sulbar , hajru Malik didampingi Kasi Intek Kejari Mamuju, Sindrang.

Isu Aliran Sesat Menyengat, Bakorpakem Mamuju Gelar Pertemuan Tertutup

MAMUJU,pojokcelebes | Isu adanya dugaan aliran sesat yang kini menyengat yang terjadi di Mamuju, akhir – akhir ini yang menjadi perbincangan publik hingga ketingkat Nasional. Badan koordinasi pengawas aliran kepercayaan ( Bakorpakem ) Kabupaten Mamuju. Senin (18/11) langsung melakukan pertemuan tertutup yang berlangsung di kantor Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Mamuju.

Usai pertemuan dihadapan sejumlah awak media, Kajari Mamuju melalui Kasi Intelnya Sindrang, SH mengatakan, menyikapi pemberitaan diluar yang hingga saat ini dugaan adanya aliran sesat sejauh ini Bakorpakem masih mendalaminya. Kata dia, fakta – fakat saat ini masih sebatas indikasi apakah ini menyimpan atau tidak.

” rapat tadi ini hanya menyikapi pemberitaan akhir – akhir ini mengenai adanya dugaan aliran yang menyimpang. Dengan itu kami anggota Bakorpakem hanya sebatas mengumpul adanya indikasi – indikasi hasil masukan dan sampai saat ini belum ada kesimpulan, ” kata Sindrang kepada sejumah media

Senada dengan anggota MUI Provinsi Sulbar, Hajrul Malik mengaku, pertemuan tadi hanya membicarakan mengumpulkna fakta atau indikasi dugaan adanya aliran sesat. Kata dia, Bakorpakem Mamuju masih sejauh ini menduga karena belum ada bukti yang dimiliki seperti yang terjadi di Gowa Makassar.

” Berbagai fakta-fakta yang ada tapi ini masih sebatas indikasi-indikasi. Apakah ini menyimpan atau tidak. ” kata dihadapan sejumlah media.

Lanjut Hajrul, untuk aliran sesat bagi MUI sangat muda mengindentifikasinya. Seperti pada ketetapan fatwa MUI tahun 2007 tentang 10 indikator aliran sesat khususnya bidang keagamaan agama Islam. Ada 10 poin menurut MUI sesat salahsatu diantaranya adalah pertama mengingkari salah satu dari pada rukun iman. Kedua meyakini atau mengingkari atau meyakini aqidah yang tidak sesuai dengan Alquran dan sunnah.

” Misalkan mengubah menambah atau mengurangi pokok – pokok ibadah yang tidak ditetapkan oleh syariat misalkan haji tidak harus ke Baitullah atau solat – solat wajibnya hanya dua rakaat bukan Lima kali sehari semalam. Kalau ada itu, itu dipastikan masuk kategori sesat karena sudah jelas menyimpang.” singkat Hajrul

Meskipun aliran sesat sudah dipastikan ada terjadi di Sulawesi Selatan yang berhasil dibongkar oleh pihak Kepolisian. Namun Bakorpakem Mamuju sendiri masih tetap memantaunya hingga memastikan apakah sesat atau tidak.

” Kejadian yang terjadi di Sulawesi Selatan dan sama seperti di Kalimantan Timur. Pertanyaannya, apakah juga sudah terjadi di Sulbar?. Dan sampai pada kesimpulan, kami belum bisa simpulkan, anggota akan turun ke lapangan mengumpulkan bukti – bukti baru bisa Bakorpakem menyimpulkan,” jelasnya.

Dalam pertemuan tertutup ini, dipimpin langsung Kasi Intel didampingi Kasi barang bukti. Dan dihadiri Kasat Intel Polresta Mamuju serta anggotanya. Perwakilan perintah provinsi dan kabupaten serta perwakilan MUI.|Adji

Artikel ini telah dibaca 415 kali

Baca Lainnya