Hukrim

Selasa, 19 November 2019 - 08:49 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Foto Ilusutrasi Merdeka.com

Foto Ilusutrasi Merdeka.com

Berhasil Lahirkan Bayi Mungil tak Berdosa, dalam Pembacaan Dakwaan Empat Pelaku Praktik Aborsi

MAMUJU,pojokcelebes | Tiga perempuan yang didakwa diduga melakukan praktik aborsi dan seorang pemuda, akhirnya menjalani persidangan perdana di Pengadilan Negeri ( PN ) Mamuju. Senin (19/11) dengan agenda pembacaan dakwaan. Meskipun sidangnya tertutup, Ketiga terdakwa itu diketahui bernama Hermin Sisrani alias Hermin, Gaby Marchanda Marten, Mega Puspita Binti Sahabuddin dan Mansyur Bin Haji Basri, tertunduk mendengar materi dakwaan yang dibacakan oleh Jakasa penuntut Yusriana Yunus, SH.MH.

Dalam dakwaan terpisan dengan nomor perkara 238/Pid.Sus/2019/PN Mam dan 237/Pid.Sus/2019/PN Mam. Menyebutkan terdakwa Hermin Sisrani alias Hermin bersama terdakwa Gaby Marchanda Marten. Sekitar bulan April tahun 2019 dan tanggal 22 Juni 2019 sekitar pukul 22.00 wita di kamar No. 18 di Wisma Rino Karossa Kabupaten Mamuju Tengah, dengan sengaja melakukan Aborsi tidak sesuai dengan ketentuan pasal 75 Ayat 1 dan 2 yakni, mereka yang melakukan, menyuruh lakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan, dengan cara atau rangkaian perbuatan sebagai berikut.

Dalam dakwaan disebutkan, awalnya di Bulan April 2019, saksi Mega menghubungi terdakwa Hermin untuk memesan obat untuk menggugurkan kandungannya dan yang pertama di pesan sebanyak Tiga tablet sekitar bulan April 2019 lalu. Saksi Mega mengirimkan dana untuk harga obat tersebut maka terdakwa Hermin dengan ditemani terdakwa Gaby.

Selanjutnya Hermin dan Geby datang mengantarkan obat tersebut kepada terdakwa ke Karossa dan janjian bertemu di jalan poros sebelum mencapai Desa Lara, setelah obat tersebut diserahkan kepada saksi Mega. Pada malam harinya saksi Mega pun menggunakannya, namun di tunggu beberapa hari kemudian sama sekali tidak ada reaksi perubahan. Sementara kehamilannya semakin hari semakin membesar dan terdakwa pun sudah pusing sudah tidak tahu apa yang harus dilakukan. Hingga masuk bulan Juni 2019 lalu, saksi Mega menyampaikan kepada terdakwa yang bernama Mansur yang tak lain pacar terdakwa meminta agar bisa menikahi nya tetapi jawaban dari terdakwa Mansur tetap menolak permintaan terdakwa Mega untuk menikahinya.

Dan selanjutnya pada tanggal 21 juni 2019 terdakwa Mega, kembali memesan obat kepada terdakwa Hermin dengan jumlah Lima tablet. Setelah uang ditransfer sekitar sore hari, maka subuh pagi terdakwa Hermin dan terdakwa Gaby, berangkat dari Mamuju menuju ke rumah nya di Karossa, lalu sore harinya terdakwa Mansyur bersama terdakwa Mega memesan kamar di Penginapan wisma Rino Karossa. Dan tidak lama berselang terdakwa Mega dijemput oleh terdakwa Mansyur di jalan, kemudian bersama – sama dengan terdakwa Hermin dan Gaby menuju penginapan. Dan setelah semuanya berada dalam kamar, sempat lelaki Mansyur, pulang kerumah nya. Sekitar malam hari, praktik aborsi muali dilakukan di kamar sepi itu. Terdakwa Mansyur yang kembali datang ke penginapan sementara terdakwa Mega pun langsung meminum obat yang telah di bawakan oleh terdakwa Hermin sebanyak Lima tablet dengan cara Dua tablet diminumnnya Tiga tabletnya dengan di bantu oleh terdakwa Hermin dan Gaby memasukan ke dalam Vagina terdakwa Mega. Setelah kurang lebih sejam, mulailah reaksi obat terasa diperut terdakwa Mega terasa nyeri dan perasaan dingin. Terdakwa Mega pun hanya bisa hanya bisa baring ditempat tidur. Selanjutnya, keesokan harinya sekira pagi jam 10.00 wita, lahirlah bayi mungil dalam kandungan terdakwa Mega. Dan setelah keluar dengan normal terdakwa Mega sempat melihat sepintas saja kondisi bayinya dikarenakan darah masih mengalir terus dan saksi Mega hanya terbaring lemas karena menahan rasa sakit yang sangat luar biasa dan terdakwa Mega menangis dan sempat berteriak. Sementara bayi tak berdosa itu lahir dan sempat bergerak beberapa menit. Adapun jenis kelamin bayi itu, terdakwa Gaby menagku tidak tahu karena belum jelas, lalu
terdakwa Gaby yang layaknya bidan profesional langsung memotong ari – ari bayi itu dan membersihkannya kemudian diserahkan kepada terdakwa Mansyur yang tak lain adalah ayah biologisnya.

Keempat terdakwa yang berhasil melakukan praktik di kamar No. 18 di Wisma Rino Karossa. Untuk bisa menghilangkan jejak prilaku bejat terdakwa agar tidak ketahuan penghuni wisma. Terdakwa Mega ke kamar mandi untuk membersihkan sisa darah yang ada di badan, dan sempat mencuci sarung yang digunakan saat persalinan. Sementara Keempatnya melihat kondisi atau keadaan bayi tersebut sudah meninggal. Maka jasad bayi malang itu dibungkus dengan kain, selanjutnya terdakwa Mega, lelaki Mansyur bersama – sama dengan terdakwa Hermin dan Gaby keluar dari kamar penginapan tanpa merasa bersalah dan berdosa. Dan Keempatnya membawa bayi malang itu dan terakhir ditangan terdakwa Mansyur untuk dikubur disalahsatu perkebunan Kelapa sawit yang mereka nilai sepi.

Dan fakta dari pemeriksaan rangka bayi tak berdosa dari bagian luar. Terdapat sebuah kain berwarna coklat polos dan terdapat bungkusan daun pisang yang melekat di dalam kain dengan panjang 46 cm dan lebar 32 cm terdapat beberapa buah
tulang yang terdiri dari :

– Lima buah tulang tengkorak kepala terdiri dari :
• Sebuah tulang tengkorak depan;
• Sebuah tulang tengkorak samping kanan dan kiri;
• Sebuah tulang tengkorak belakang;
• Sebuah tulang tengkorak depan.

– Dua buah tulang selangka kanan dan kiri;
– Delapan buah tulang rusuk kanan dan delapan buah tulang rusuk kiri;
– Sebuah tulang dada;
– Dua buah tulang belikat kanan dan kiri;
– Dua buah tulang lengan atas kanan dan kiri;
– Dua buah tulang hasta kanan dan kiri;
– Dua buah tulang pengumpil kanan dan kiri;
– Dua buah tulang pinggul kanan dan kiri;
– Dua buah tulang kering kanan dan kiri;
– Dua buah tulang betis kanan dan kiri;
– Beberapa tulang jari kaki;
– Beberapa tulang telapak tangan.

Terkait praktik aborsi yang dilakukan terdakwa dengan berdasarkan fakta – fakta yang di temukan dari pemeriksaan atas kerangka tulang tersebut. Maka disimpulkan bahwa kerangka tulang tersebut adalah kerangka tulang janin manusia, berusia antara Lima sampai Enam bulan. Dari pemeriksaan tidak didapat luka akibat kekerasan apapun. Akibat kematian tidak dapat di temukan.

Dan Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 194 Undang – undang nomor 36
Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman 10 tahun penjara dan junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sidang yang diketuai oleh majelis Hakim Herianto, SH.MH dan dua hakim nggota Nurlely, SH serta David, SH MH. Sidang kembali digelar Minggu depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

” Senin depan agenda pemeriksaan saksi, saksinya sedikit ji, seperti pemilik penginapan dan dimana mereka dapatkan obat tersebut, ok !” singkat JPU yang akrab disapa Uci itu.|Adji

Artikel ini telah dibaca 49 kali

Baca Lainnya