Hukrim

Kamis, 21 November 2019 - 19:45 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Empat saksi di bidang pertanian dihadirkan oleh Jaksa penuntut. Dua orang lainnya batal diperiksa.

Empat saksi di bidang pertanian dihadirkan oleh Jaksa penuntut. Dua orang lainnya batal diperiksa.

Dua Saksi Batal Diperiksa Dipersidangan Korupsi Benih Pasangkayu

PASANGKAYU,pojokcelebes | Dua orang mantan pejabat Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) tahun 2016, Syamsul Marif selaku mantan Kabid sarana dan Prasarana serta Rusli badan koordinasi penyuluh ( baorlu ) Dinas Pertanian Provinsi Sulbar. Batal dipriksa oleh majelis hakim sebagai saksi dalam sidang Korupsi pengadaan benih padi produktivitas ( intensifikasi ) dan benih padi perluasan ( ekstensifikasi ) pada tahun 2016 di Kabupaten Pasangkayu.

Sidang yang diketuai oleh majelis Hakim Tipikor, Herianto, SH.MH bersama dua hakim anggota Irawan Ismail, SH.MH bersama Yudikasi Waruwu, SH.MH. Dua saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut yakni Rusli bersama Syamsul Marif, tiba – tiba dibatalkan diperiksa oleh majelis hakim karena dalam BAP pemeriksaan oleh jaksa, diperlihatkan bahwa nama yang tertera dalam SK tim teknis yang dibuat oleh Dinas Pertanian Provinsi Sulbar, tidak diakui dan tidak sah.

” Saya kira saudara – saudara ini ( saksi ) tidak bisa diperiksa sebagai saksi karena pasti tidak tau. Ini SK yang ada namanya tidak diakui oleh keduanya. Bagaimana mau ditanya kalau persoalan ini mereka tidak tau, ” kata Herianto dihadapan Dua saksi yang dihadirkan JPU. Sambil mempersilahkan keduanya keluar dari persidangan.

Sementara dikonfirmasi Rusli mengaku, dirinya bersama rekannya heran saat dipangil oleh jaksa untuk menjadi saksi dalam kasus ini karena saat itu kerja di istansi lain yakni di badan koordinasi penyuluh pertanian ( Bakorlu ). Kata dia, saat dimintai keterangan di Kejaksaan sebagai saksi, dirinya hanya ditanya tentang pengadaan benih taun 2016, dan diakui samasekali tidak tau menau adanya pengadaan benih karena dirinya bekerja di Bakorlu Pertanian Provinsi Sulbar.

” saya jawab sama kali tidak tau ada pengadaan benih karena pengadaan itu bukan di kantor saya dan tidak ada hubungannya dengan kantor saya. Hanya saja, saya heran kok nama kami tertulis di dalam SK tim teknis itu yang kami tidak ketahui, sebenarnya kalau ada nama kami didalam SK itu seharusnya diberikan kekami, tapi ini tidak ada, makanya kami kaget dan protes, ” kata Rusli.

Dia mengaku, namanya yang tertera dalam SK tim teknis yang dibuat Kadis pertanian itu mengaku dicatut. Dan kata dia, jika benar SK itu kenapa tidak diberikan langsung kepada nama yang ada dalam SK tersebut.

” Saya tidak tau kenapa ada nama saya dalam SK itu dan itu ada yang mecatutnya. Makanya saatsaya dimintai keterangan soal ini sama sekali saya tidak tau, ” sebut Rusli.

Dua pejabat pertanian yang batal diperiksa oleh majelis hakim. Majelis hakim Kembali melanjutkan pemeriksaan saksi lain. Terlihat, giliran Amiruddin sebagai kepala UPTD balai pengawasan benih dan sertifikasi benih tanaman pangan dan hortikultura. Diahadapan majelis mengaku, bahwa dirinya memiliki jabatan sebagai ahli pengawasan benih dan sertifikasi dan tanaman pangan. Dan menerangkan prosedur tentang cara pengadaan benih untuk bisa lolos sertifikasi dan memiliki label. Amiruddin juga mengakui, bahwa pernah benih terdakwa dengan jumlah 759 ton lolos uji

” Memang yang mulia, benih milik terdakwa pernah kami uji sebanyak 759 ton dan semuanya lolos sertifikasi, ” kata Amiruddin

Sementara JPU Nasrah Totorang, SH. MH mengaku, terkait agenda sidang berikutnya yang dijadwalakan pekan depan. Nasrah mengaku, masih koordinasi dengan Kajari pasangkayu, tentang siapa saja yang dipanggil jadi saksi. Dan Nasrah mengaku, belum mengetahui pasti kapan jadwal akan dipanggil mantan Kadis Pertanian, tim Pokja dan tim PHO.

” Saya belum tau siapa saja minggu depan akan dipanggil jadi saksi, saya koordinasi dulu dengan pak Kajari. Dan saya belum tau jadwalnya kapan akan dipanggil mantan Kadis Pertanian, PHO dan tim Pokja untuk bersaksi dipersidangan ini, yang pastinya akan dipanggil, ” tutup Nasrah. |Adji

Artikel ini telah dibaca 72 kali

Baca Lainnya