Celebes

Jumat, 22 November 2019 - 13:24 WIB

2 minggu yang lalu

logo

AMSI Sulbar Gandeng Google Kembali Laksanakan Pelatihan Cek Fakta

MAMUJU,pojokcelebes | Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Sulawesi Barat ( Sulbar ) bekerjasama dengan Google News Initiative (GNI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Internews, menggelar training jurnalistik guna menangkal berita palsu alias hoax yang banyak beredar di media sosial dan internet.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan serentak secara nasional yang tersebar di 23 tempat se-Indonesia, dimana untuk Wilayah Sulawesi Barat akan dilaksanakan selama dua hari yakni 23-24 November 2019 berlangsung di Aula RM Manori, Jalan Jendral Sudirman Mamuju diikuti lebih 25 Jurnalis.

“Kegiatan kami berlangsung selama dua hari, mengundang sejumlah jurnalis dari berbagai platform media, baik anggota AMSI Sulbar maupun diluar keanggotaan AMSI. Pesertanya terbatas dan kami seleksi dengan baik, sehingga maksimal hanya 25 orang,” kata Sekertaris AMSI Wilayah Sulbar Busman Rasyid. Jumat (22/11).

Selama dua hari dua trainer dari Google akan membahas misinformasi dan Disinformasi, sampai menganalisis sumber konten digital dengan menggunakan berbagai tool yang ada di internet, imbuh Busman Rasyid.

Lebih lanjut ketua AMSI Wilayah Sulawesi Barat, Anhar menjelaskan, bahwa pada kegiatan tersebut dilatih oleh trainer yang telah tersertifikasi oleh Google yang bekerja untuk AJI Indonesia dan Internwws.

“Ini merupakan kegiatan AMSI untuk peningkatan kapasitas Jurnalis khususnya nanti dapat dimanfaatkan di newsroom masing-masing melakukan cek fakta, mendeteksi hoaks dan menanggal penyebaran informasi bohong, karya jurnalis Abal-abal ataupun media abal-abal,” kata Anhar, Ketua AMSI Wilayah Sulbar. Jumat (22/11).

Sambung Anhar yang juga Trainer Tersrtifikasi Google menjelaskan, AMSI menyelenggarakan Training untuk Jurnalis dalam mengasah keterampilan memanfaatkan sejumlah tools online guna melakukan verifikasi online atas beragam informasi yang terindikasi hoax, serta melakukan pengecekan kebenaran rumor yang beredar di dunia maya.

“Peserta akan belajar beberapa materi yang bersifat teknis mengenai kebersihan data digital (digital hygiene), analisa dasar atas informasi, pencarian dan penelusuran data, dan beragam tools yang bisa digunakan untuk melakukan investigasi secara online. Melalui pelatihan ini peserta diharapkan dapat memanfaatkan berbagai jenis tools bermanfaat tersebut dalam kerja jurnalistiknya,” pungkasnya Anhar. |AMSI

Artikel ini telah dibaca 42 kali

Baca Lainnya