Hukrim

Jumat, 22 November 2019 - 08:20 WIB

2 minggu yang lalu

logo

foto Ilustrasi wanprestasi

foto Ilustrasi wanprestasi

Gugatan Dikabulkan, Hakim Perintahkan Dinas Pertanian Prov. Sulbar Bayar 20,7 Miliar

MAMUJU,pojokcelebes | Pihak CV. Kusuma Dipa Nugraha sebagai penggugat Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar), permohonannya akhirnya dikabulkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri ( PN ) Mamuju, pada pembacaan putusan perkara perdata wanprestasi dengan nomor perkara 8/Pdt.G/2019/PN Mam. Kamis (21/11)

Dalam pembacaan amar putusan yang oleh majelis hakim yang di ketuai oleh Nurlely, dan Dua hakim anggota Harwansyah dengan David, menyebutkan menerima dan mengabulkan gugatan pengugat ( CV. Kusuma Dipa Nugraha ) untuk seluruhnya. Menyebutkan, bahwa tergugat ( Dinas Pertanian Provinsi Sulbar ) telah melakukan ingkar janji ( wanprestasi ). Dengan itu, memerintahkan tergugat untuk melakukan pembayaran prestasi kerja kepada penggugat sejumlah 20,7 Miliar. Menghukum tergugat untuk membayar biaya ganti kerugian materil sebanayak 1 Miliar.

Sidang yang dihadiri penggugat CV.Kusuma Dipa Nugraha oleh penasehat hukumnnya ( PH ) Imam Hidayat, SH serta tergugat Dinas Pertanian Provinsi Sulbar, yang diwakili Yustinus selaku Kabag bantuan hukum dan HAM.

Dalam keterangan Yustinus usai pembacaan putusan mengaku, atas putusan majelis hakim dimana menerima dan mengabulkan gugatan penggugat, pihaknya tetap melakukan pikir – pikir selama waktu yang ditentukan oleh majelis hakim.

“Kami pikir – pikir dulu selama 14 hari yang diberikan oleh Majelis, kami komunikasikan sebagai bahan diskusi dengan klien kami apakah akan melakukan upaya hukum atau tidak, ” singkat Yustinus

Senada dengan Kuasa hukum CV Kusuma Dipa Nugraha selaku penggugat Dinas Pertanian, Imam, SH mengaku atas gugatannya diterima oleh PN, mengaku atas diterimanya gugatanya lewat putusan yang baru saja dibacakan oleh majelis hakim. kata Imam tentu sangat diparesiasi.

” ya kita besyukur karena gugatan kami dikabulkan oleh Majelis, tapi terkait hasilnya ini, saya tidak bisa komentar lebih karena saya laporkan dulu sama atasan kami pak Kaisar nanti beliau yang jelaskan, ” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa perkara perdata pengadaan pupuk jenis MPK oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) dengan anggaran kurang lebih 23 Miliar tahun 2016. Rupanya meningalkan cela. Betapa tidak, hingga saat ini Pemerintah Provinsi Sulbar, belum mampu membayarkan harga pupuk kepada rekanan pemilik CV. Kusuma Dipa Nugraha, senilai 20,7 Miliar.

Terkait persoalan utang Pemerintah Perovinsi Sulbar, kepada pemenang tender yang diketahui CV. Kusuma Dipa Nugraha. Rupanya sudah bergulir di meja hijau dalam nomor perkara 8 / Pdt.G / 2019/PN Mam tertanggal Jumat, 26 Jul. 2019. Disebutkan bahwa penggugat melayankan gugatannya terhadap Pemprov Sulbar dinilai ingkar janji (wanprestasi ).|Adji

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya