Hukrim

Selasa, 26 November 2019 - 07:58 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Korban Beny didampingi PH, kembali mempertanyakan laporan Polisinya di ruangan Kasubdit Tiga Jatanras Polda Sulbar.

Korban Beny didampingi PH, kembali mempertanyakan laporan Polisinya di ruangan Kasubdit Tiga Jatanras Polda Sulbar.

Pengusaha Burung Walet Asal Wonomolyo Alami Kerugian 300 Juta

POLMAN,pojokcelebes | Seorang pengusaha sarang walet atas nama Beny Siswanto terpaksa melaporkan sejumlah orang ke penyidik Polda Sulawesi Barat ( Sulbar ) dengan LP / 57 / V / 2018 / SPKT Sulbar tanggal 18 Mei 2018. Yang diduga melakukan pencurian dan pengrusakan sarang waret miliknya di Kelurahan Sidodadi Kecamatan Wonomolyo Kabupaten Polman, yang terjadi Bulan Mei 2018.

Ditemuai korban Beny, di ruangan penyidik Subdit Tiga jatanras Polda Sulbar, mengatakan bahwa pelaku melakukan pencurian dan pengrusakan pintu walet. Beny yang didampingi penasehat hukumnnya ( PH ) mengaku, terkait adanya laporan ke Polisi terhadap sejumlah pelaku yang melakukan pencurian sarang burung walet. Berdasarkan dengan alat bukti rekaman cctv yang dimiliki pelapor, bahwa pelaku terlihat melakukan pengrusakan pintu walet miliknya, termasuk pengrusakan gembok pintu serta terlihat pelaku mengangkat bungkusan yang diduga berisi sarang burung walet. Akibat kejadian korban Beny mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

” Saat saya dimintai keterangan sebagai saksi korban, saya perlihatkan sejumlah bukti – bukti ke penyidik seperti rekaman cctv, dimana terlihat dalam rekaman bahwa pelaku melakukan aksinya bersama kawan – kawan. Dan jelas sekali terlihat melakukan pengrusakan pintu dan gembok sarang burung walet saya dan mengangkat bungkusan yang berisi sarang bungkusan. Dan saya mengalami kerugian kurang lebih 300 juta rupiah, ” ujar Beny yang meminta kepada Polisi untuk tersu melakukan penyidikan sesuai dengan prosedur tanpa ada interfensi dari siapapun.

Ditemui Dirkrimum Polda Sulbar, Kombes Pol. I Nyoman Artana mengatakan, adanya laporan terkait adanya pencurian dan pengrusakan terhadap sarang burung walet milik korban Beny. Mantan Wakapolrestabes Denpasar itu mengatakan, untuk kasus ini pidananya ditangguhkan untuk sementara waktu sebelum ada putusan perdatanya dari pengadilan karena meyangkut hak milik.

” Sementara kasus ini adalah perdata dan pidana. Karena ada menyangkut hak milik, untuk sementara pidananya ditanguhkan sementara sampai ada putusan inkra kasus perdatanya dari pengadilan, ” singkat Artana kepada pojokcelebes.|Adji

Artikel ini telah dibaca 2068 kali

Baca Lainnya