Advertorial

Kamis, 28 November 2019 - 03:40 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Direktur RSUD Prov.Sulbar,dr. Indahwati Nursyamsi bersama para dokter.

Direktur RSUD Prov.Sulbar,dr. Indahwati Nursyamsi bersama para dokter.

Menuju Rumah Sakit Bersertifikasi Akreditasi, ini Kata Direktur RSUD Prov. Sulbar.

MAMUJU,pojokcelebes | Hari ini tim survei Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dari pusat. Sedang melakukan tugasnya dalam menilai RSUD Provinsi Sulbar, untuk menuju rumah sakit yang bersertifikasi akriditasi Nars. Rabu (27/11).

Ditemui Direktur RSUD Regional Sulbar, dr. Indahwati Nursyamsi kepada pojokcelebes.com mengatakan, terkait Sertifikasi akreditasi Nars merupakan sebuah keingunan bagi setiap rumah sakit demi meraih, dan itu menjadi sebuah landasan pengakuan atau mutu dari pelayanan rumah sakit unggulan di daerah. Hal tersebut pula sangat berkaitan dengan kontrak kerjasama BPJS yang hanya memprioritaskan rumah sakit yang telah terakreditasi.

” Hari ini kami sedang dinilai untuk akreditasi dimana akreditasi ini adalah ukuran mutu dari setiap rumah sakit yang memang harus diperbaharui pertiga bulan,” bebernya

Adapun jenis penilaian tim verifikasi Nars Nasional tersebut dimulai dari metode manajemen pelayanan tata kelola pihak rumah sakit, kualitas skil SDM, fasilitas sarana dan prasarana serta dokumen dan berkas kelegalan menurut Indahwati.

” Tentu saja berkaitan dengan pelayanan-pelayanan apa saja yang kami berikan dimana kami sudah memiliki 24 dokter spesialis dari beberpa spesialisasi,” tandas Indah.

Masih kata Indah, Ia bersama seluruh unsur RSUD Regional Sulbar berusaha sebaik mungkin dan menyiapkan segala hal yang dibutuhkan oleh tim survei yang akan dipaparkan melalui persentase capaian rumah sakit umum daerah sekaligus bentuk evaluasi tolak ukur kelayakan akreditasi bagi RSUD Regional Sulbar.

” Dengan izin Allah, rumah sakit ini harus terakreditasi, jika rumah sakit tidak terakreditasi maka pihak BPJS akan memutuskan kontrak kerja sama yang akan membebankan masyarakat, dan perlu diketahui masyarakat kita kebanyakan masuk dalam kategori kelas tiga dan kebanyakan dari masyarakat miskin,” pangkas Indahwati.

Kegiatan tersebut turut dihadiri, Ketua Rombongan Komisi Akreditasi Rumah Sakit, dr. Suparimbo Soepadi, Panitia Akreditasi Surveur Komisi Akreditasi Rumah Sakit, serta para tamu undangan. |Rid|Adji

Artikel ini telah dibaca 26 kali

Baca Lainnya