Hukrim

Kamis, 28 November 2019 - 20:22 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Lokasi tambang emas di Desa Salulebo Kecamatan Topoyo, yang kini menjadi perhatian petugas Kepolisian.

Lokasi tambang emas di Desa Salulebo Kecamatan Topoyo, yang kini menjadi perhatian petugas Kepolisian.

Tambang Emas di Salulebo, Penambangnya Banyak dari Luar Daerah

MAMUJU TENGAH,pojokcelebes | Aktivitas tambang emas ilegal yang ada di Desa Salulebo Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ). Dikabarkan jumlah penambangnya sudah mencapai kurang lebih 400 orang dan berasal dari sejumlah daerah diluar Provinsi Sulbar.

Kapolsek Topoyo, Ipda Herman S. mengatakan bahwa aktivitas tambang emas di Desa Salulebo itu sudah berlangsung hampir Dua bulan. Dia mengaku, berdasarkan dari data yang dikumpulkan oleh Posisi, bahwa pelaku penambang diketahui rata – rata berasal dari luar daerah Provinsi Sulbar.

” Dari hasil pengumpulan data lewat KTP , rata – rata para penambang berasal dari luar daerah seperti Palu, Donggala, Gorontalo, Sadrap dan Jawa,” sebut Kapolsek Topoyo kepada pojokcelebes.com. Kamis (28/11)

Terkait itu kata dia, pihaknya sudah melakukan upaya penutupan agar tidak ada kegiatan, namun tidak berlangsung lama aktivitas para penambang kembali dilakukan. Dia mengaku, salahsatu alasan sehingga tidak maksimal melakukan upaya penutupan dikarenakan personil Polsek Topoyo sangat terbatas.

” Lokasi tambang itu sudah kami tutup tapi tidak berlangsung lama kembali beraktivitas. Dan yang menjadi kendala buat kami karena Polsek Topoyo sangat kekurangan personil,” sebutnya.

Herman berharap, soal pertambangan ini, pihak Polda Sulbar sudah mengambil alih dengan langsung membentuk tim stakeholder. agar bisa bekerja semaksimal sehingga tidak ada yang dirugikan.

” Soal tambang emas ilegal ini sudah diambil alih oleh Polda dan saya dengar sudah diambil oleh Polda Sulbar pananganannya lewat stakeholder yang ada,” jelasnya

Soal penutupan tambang emas itu, kata Herman, pihaknya masih menunggu keputusan dari tim stakeholder yang ada.

” Kami belum tau Apa keputusan dari stakeholder yang ada, apakah tambang emas itu ditutup langusng atau ada alasan lain. Kami minggu saja perintah dari atasan,” tegas Herman.|Adji

Artikel ini telah dibaca 547 kali

Baca Lainnya