Hukrim

Kamis, 28 November 2019 - 09:35 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Lokasi tambang emas di Desa Salulebo Kecamatan Topoyo, yang kini menjadi perhatian petugas Kepolisian.

Lokasi tambang emas di Desa Salulebo Kecamatan Topoyo, yang kini menjadi perhatian petugas Kepolisian.

Tambang Emas Ilegal Salulebo Topoyo Polisi Sudah Periksa 7 Orang

MAMUJU TENGAH, pojokcelebes | Sedikitnya sudah ada Tujuh orang yang diperiksa oleh penyidik Krimsus Polda Sulbar, terkait adanya aktivitas tambang emas yang berada di Desa Salulebo Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah.

Kapolda Sulbar, Brijen Pol Baharuddin Djafar mengatakan, Keberadaan tambang emas di Desa Salulebo sudah berlangsung beberapa bulan dan jumlah penambang sudah mencapai ratusan orang. Kata dia, keberadaan tambang emas di Salulebo itu sudah dipastikan ilegal karena tidak mengantongi izin dari pemerintah setempat. Saat ini kata dia, Polda Sulbar sudah membentuk satuan tugas ( Satgas ) internal Kepolisian untuk menangani aktivitas tambang emas di Desa Salulebo.

” Tambang di Desa Salulebo itu ilegal sehingga kami sudah hentikan namun belum lama ini beraktivitas kembali. Dan sudah periksa penaggung jawabnya sejumlah Tujuh orang. Dan saat ini kami sudah membentuk tim Satgas internal Kepolisian terkait hal ini, sehingga tidak ada yang dirugikan,” kata Kapolda dihadapan sejumlah wartawan.

Terkait ini, kata dia, sejumlah stakholder sudah dikumpulkan, untuk membicarakan soal aktivitas tambang Salulebo tersebut.

” Sebenarnya, tambang emas itu adalah karunia dan anugrah Tuhan yang diberikan Sulbar, jika dikelolah dengan benar tanpa menimbulkan dampak. Namun karena tambang itu ilegal, kami bersama stekholder yang ada melakukan rapat soal itu, dan saya sudah sampaikan semuanya termasuk pak Danrem, Sekda Mamuju Tengah serta dinas – dinas terkait, ” ujar Jenderal Bintang Satu itu.

Senada dengan Karo OPS Kombes Pol Mochammad Noor Subchan mengatakan, aktivitas tambang di Salulebo itu sudah berlangsung hampir Dua bulan dan saat ini dalam atensi semua pihak. Dia menyebutkan, dalam hasil pendataan diperkirakan sudah ada 400 ratus orang yang melakukan aktivitas sebagai penambang dari luas lahan kurang lebih Satu hektar. Dan lahan tersebut sudah menghasilkan.

“Tambang itu sudah pasti ilegal dan upaya polisi sudah menghentikan namun tidak berlangsung lama para penambang kembali masuk beraktivitas. Untuk itu kami tunggu hasil rapat dari stakholder langkah – langkah apa yang harus ditempuh.”singkat Subhan.|Adji

Artikel ini telah dibaca 678 kali

Baca Lainnya