Advertorial

Sabtu, 30 November 2019 - 00:25 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Asisten I Bidang Pemerintahan, Natsir. Melakukan penanaman perdana pohon ebony. Dalam kegiatan GN PDAS.

Asisten I Bidang Pemerintahan, Natsir. Melakukan penanaman perdana pohon ebony. Dalam kegiatan GN PDAS.

Tingkatkan Kesadaran Pulihkan Hutan dan Lahan dalam GNPDAS Sulbar

MAMUJU,pojokcelebes | Upaya komprehensif pemerintah dalam melakukan rehabilitasi lahan dilakukan dengan cara melebur dua kegiatan, yakni Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan memulihkan Daerah Aliran Sungai (DAS). Bertempat di di Instalasi Karantina Hewan kelas II Mamuju, Desa Botteng Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, Jumat, 29 November 2019. Acara bertajuk Gerakan Nasional Pemulihan DAS (GN PDAS) ini berlangsung dihadiri langsung Asisten I Bidang Pemerintahan, Natsir.

Pelaksanaan ditandai dengan pelepasan balon , penanaman pohon secara simbolis dan penyerahan bantuan bibit kepada masyarakat yang dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Sulbar, M.Natsir. Tahun ini mengusung “Pulihkan Lahan, Pembangunan Masa Depan”.

Asisten I Bidang Pemerintahan, Natsir membacakan sambutan seragam Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Disampaikan, Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) pertama kali dicanangkan pada tahun 2018 yang diinisiasi oleh Kementerian LHK dan masyarakat .

Gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dalam memulihkan hutan dan lahan untuk penyelamatan sumberdaya air, produktivitas lahan, perubahan iklim dan pencegahan bencana hidrometeorologi. GNPDAS merupakan pengembangan atas agenda tahunan penanaman pohon pada kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dengan perspektif yang lebih luas yaitu pemulihan lahan kritis di hulu DAS.

Masih kata Natsir, hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI, bahwa penanganan wilayah kritis harus dilakukan secara komprehensif dengan prinsip keterpaduan pekerjaan penanaman, sipil teknis, dan teknik pembibitan, serta mengaktifkan semua unsur/elemen dan partisipasi masyarakat.

” Penanganan wilayah kritis harus menghasilkan perubahan, membangun kesempatan kerja dan mengatasi kemiskinan selain mengatasi permasalahan lingkungan. Mari kita bersama-sama mengsingkrongkan/memparalelkan, program pusat dengan daerah ini agar bisa memberikan efek yang luar biasa didalam perekonomian masyarakat kita,” sambungnya.

Ia juga mengatakan, untuk di wilayah kabupaten, diperlukan koordinasi, dan membangun kemitraan dengan pemerintahan kabupaten, karena sesungguhnya pemerintah provinsi itu hadir di tengah- tengah penyelenggara kehidupan di pemerintahan kabupaten.

Sementara Kepala Dinas Kehutanan Sulbar, Fakhruddin mejelaskan, bahwa sebagai langkah awal , panitia GNPDAS Provinsi Sulawesi Barat bersama anggota Korem 142/Tatag pada tanggal 23 Nopember 2019 telah melaksanakan upaya pemulihan DAS dengan menanam kurang lebih 600 bibit pohon jenis kemiri dan coppeng di lokasi areal terbuka Desa Rangas Kecamatan Simboro. Selain itu, panitia GNPDAS juga menyediakan bibit jenis kehutanan sebanyak 200 batang , yang terdiri dari bibit mahoni sebanyak 50 batang, 50 batang bibit tanjung 50 batang glodokan, dan secara simbolis 50 batang buah-buahan , dari jumlah yang akan di tanam sebanyak kurang lebih 950 batang, terdiri dari 500 batang durian, 250 batang manggis, 100 batang mangga , dan 100 batang coppeng .

“Di dua tahun yang lalu , kita sudah meluaskan agenda penanaman ini, menjadi suatu gerakan nasional dalam rangka pemeliharaan daerah aliran sungai,” kata Fakhruddin

Kepala BPDASHL Lariang Mamasa, Abdul Halim Majid mengatakan , untuk kegiatan rehabilitasi Hutan dan Lahan tahun 2019 , tersebar di beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Barat. Jenis kegiatannya adalah rehabilitasi dalam kawasan, hutan kota, penanaman mangrove, penanaman KBR, bantuan bibit Produktif, bantuan bibit tanaman kayu-kayuan dan MPTS, dan lain-lain. Untuk kawasan tahun 2019 di kawasan Provinsi Sulawesi Barat telah melaksanakan rehabilitasi seluas 2.000 hektar yang tersebar di Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamasa, Kabupaten Majene, dan Kabupaten Polewali Mandar.

Halim juga menyebutkan, bahwa bantuan bibit produktif tahun 2019 sebanyak 116.375 batang terdiri dari Mangga 16.000 batang , Durian 54.500 batang , Manggis 14.500 batang , Rambutan 16. 200 batang , Pala 15.176 batang dan untuk bantuan bibit persemaian permanen Tahun 2019 sebanyak 700.000 batang terdiri dari Rambutan 15.000 batang, Sengon Laut 120.000 batang, Ketapang kencana 20.000 batang , Kemiri 10.000 batang, Jati putih 25.000 batang, Mahoni 320.296 batang, Jabon merah 115.000 batang, Cempaka/Uru 74.704 batang.

Selain Asisten 1 Bidang Pemerintahan, Natsir, Kepala Dinas Kehutanan Sulbar, Fakhruddin juga turut hadir para Forkompimda Sulbar, unsur vertikal para unsur instansi lingkup Sulbar, pengurus PKK, DWP Persatuan dan undangan lain. |JRN/Ilh

Artikel ini telah dibaca 355 kali

Baca Lainnya