Hukrim

Minggu, 1 Desember 2019 - 18:41 WIB

6 hari yang lalu

logo

Oknum Satpol PP di Mateng Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur

MAMUJU,pojokcelebes | Seorang oknum Satuan Polisi Pamong Praja( Satpol PP ) dilingkungan Pemda Mamuju Tengah ( Mateng ) inisial AC (38), menjadi tersangka akibat diduga melakukan pencabulan anak dibawah umur, yang terjadi Minggu malam (30/11) di KTM Benteng lingkungan Kantor Bupati Mamuju Tengah.

Korbannya diketahui berinisial R (15) masih berstatus pelajar asal Desa Tobadak Kecamatan Tobadak. Mengaku mendapat perlakuan bejat dan tidak senonoh dari pelaku yang layaknya suami istri yang terjadi di komplek kantor bupati Mamuju Tengah, sekitar pukul 22.00 malam hari. Atas kejadian ini, korban yang merasa direnggut masa depannya, akhirnya melaporkan kejadian yang dialaminya kepada orang tua dan keluarganya.

Dikonfirmasi kepada Kapolsek Tobadak, Iptu Mino kepada pojokcelebes membenarkan adanya peristiwa pencabulan anak dibawa umur yang terjadi Minggu malam dan pelakunya adalah diduga seorang Satpol PP. Dengan laporan, LP : LP/41/XII/2019/Sulbar/Res Mamuju/Sek pr Tobadak, tanggal 1 Desemeber 2019, tentang kejahatan asusila terhadap anak.

” Anggota menerima laporan Minggu sekitar jam 01.30 dini hari dari keluarga korban. Laporan tersebut diketahui kasus dugaan tidak pidana pemerkosaan anak dibawa umur yang diduga dilakukan oleh oknum Satpol PP dan terjadi di halaman kantor bupati Mateng Deda Tobadak Kecamatan Tobadak Kabupaten Mateng, ” sebut Mino.

Dalam kronologis kejadian, sebelumnya pelaku AC mendatangi rumah korban dan mengajaknya keluar untuk menjemput hadiah dan uang 500 ribu rupiah di KTM Benteng. Rupanya, ajakan pelaku terhadap korban berhasil sehingga saat itu juga korban bersama adiknya inisial S ikut menjemput hadiah itu dengan senang hati. Dengan mengendarai sepeda motor milik pelaku, korban bersama adiknya ikut dibonceng. Namun karena pelaku sudah dirasuki nafsu setan, Sesampai di depan kantor DPRD Mateng, pelaku pun menurunkan adik korban untuk dititip di Pos penjagaan Satpol PP di kantor DPRD. Sedangkan korban dibawa ke arah kantor bupati. Sesampai di halaman kantor bupati yang masih terbilang sepi. Korban R bukannya datang menjemput piala dan uang 500 ribu, namun yang terjadi korban mendapat intimidasi dan pengacaman dari pelaku untuk menuruti keinginan korban yang nafsunya sudah tidak bisa ditahan. Hingga korban tidak berdaya.

” Dari keterangan pelaku awalnya tidak mengakui, namun karena ada saksi – saksi sehingga langsung mengakuinya melakukan pencabulan kepada korban sebanyak Satu kali.” Kata Mino kepada pojokcelebes.com. Minggu (1/12)

Mino mengakui, polisi baru mengamankan pelaku tadi pagi dan dijemput langsung di rumahnya tanpa ada perlawanan. Kata dia, setelah ditetapkan tersangka, pelaku akan di limpah ke Mapolresta Mamuju.

” Siang mungkin, setelah berkasnya rampung, kami akan bawa langsung ke Polresta Mamuju untuk penyidikan lebih lanjut,” terangnya yang mengaku pelaku melanggar undang -undang perlindungan anak.|Adji

Artikel ini telah dibaca 548 kali

Baca Lainnya