Hukrim

Rabu, 4 Desember 2019 - 21:55 WIB

3 hari yang lalu

logo

Ketua Umum LSM Derak Sulbar, Husain.

Ketua Umum LSM Derak Sulbar, Husain.

Ketua Derak Minta Propam Usut Dugaan Penerimaan Fee oleh Oknum Polisi

MAMUJU,pojokcelebes | Soal kabar adanya dugaan permainan curang yang dilakukan oleh oknum Kepolisian di Sektor Karossa Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ), yang terkuak dalam fakta persidangan tentang dugaan penerimaan fee dari pengawas SPBU Karossa.

Persoalan itu menjadi sorotan beberapa lembaga swadaya masyarakat ( LSM ) di Mamuju. Salahsatunya adalah LSM Dewan Rakyat Anti Korupsi ( Desak) Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar).

Ketua Umum LSM Derak, Husain menilai bahwa adanya persoalan tersebut Propam Polda Sulbar, harus segera mengusut tuntas agar tidak menjadi bola liar. Dan kata dia, siapapun pelaku, apakah oknum aparat, pemilik SPBU ataupun pengelolah harus ditindak tegas.

” Kapolda harus turun tangan menengani kasus ini jangan sampai menjadi bola liar, dan siapapun pelaku harus ditindak tegas, apakah itu pemilik SPBU, pengelola atau okunm aparat. Agar bisa menjadi pelajaran dari SPBU lain di Sulbar untuk tidak main – main dengan minyak subsidi,” tegas Husaini.

Pria plamboyan yang akrab disapa Tuan Menir itu meminta, agar bisa melalukan investigasi terkait adanya keterangan pengawas SPBU yang disuarakan dalam fakta persidangan. Karena kata dia, setiap saksi yang memberikan keterangan dalam persidangan itu sudah menjalani sumpah didepan majelis hakim.

” Propam harus turun periksa apa betul keterangan saksi yang diungkapkan didepan persidangan dan itu bisa dasar pihak terkait pengusutan lebih lanjut,” pinta Husaieni.

Sementara Selasa malam (3/12) disalahsatu cape di kota Mamuju. Kapolsek Karossa Iptu. Mukhtar Mahdi bersama beberapa warga Karossa menggelar konferensi pers.

Dihadapan sejumlah wartawan, Mukhtar Mahdi membeberkan sejumlah fakta persoalan adanya dugaan penimbunan BBM yang dilakukan oleh salahseorang warga Karossa atas nama Brekele yang kini sudah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri ( PN ) Mamuju.

Dihadapan para wartawan Mukhtar Mahdi juga mengaku, bahwa tidak benar adanya kabar penerimaan fee 350 rupiah dari SPBU Karossa, dimana melibatkan dirinya dan anggotanya.

” Semua tidak benar itu pak, Disini saya mau katakan, tentang adanya fulus 350 rupiah yang katanya mengalir ke saya itu sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah tau Haji Anca melakukan itu 350 rupiah, berati dia buka sendiri kedoknya bermain di jirken. Dan saya tidak pernah ada kesepakatan dengan haji Anca. kalau dia katakan saya menerima, silahkan konfirmasi Haji Mukhtar karena Haji Anca hanya pengelolah disana. Kalau ada, silahkan buktikan Insya Allah saya akan pertanggung jawabkan,” jelas Kapolsek Karossa Ipda Mukhtar, dalam klarifikasinya dihadapan sejumlah wartawan. |Adji

Artikel ini telah dibaca 627 kali

Baca Lainnya