Hukrim

Rabu, 4 Desember 2019 - 08:23 WIB

4 hari yang lalu

logo

Kapolsek Karossa, Iptu Muhktar Mahdi bersama beberapa warga Karossa mengelar konprensi pers disalahsatu cafe di Mamuju.

Kapolsek Karossa, Iptu Muhktar Mahdi bersama beberapa warga Karossa mengelar konprensi pers disalahsatu cafe di Mamuju.

Soal Dugaan Jatah Fulus ke Oknum Polisi, ini Klarifikasi Kapolsek Karossa

MAMUJU TENGAH,pojokcelebes | Soal adanya kesaksian dari pihak SPBU Karossa Kecamatan Karossa atas nama Haji Anca, terhadap adanya oknum Polisi Polsek Karossa yang diduga menerima jatah fulus dari pengelolah SPBU Karossa setiap bulan, dibantah oleh Kapolsek Karossa, Iptu Muhktar Mahdi dalam klarifikasinya, Selasa malam (4/12) disalahsatu cafe di Mamuju.

Mukhtar Mahdi bersama dengan beberapa warga Karossa yang sengaja datang di Mamuju, mengatakan bahwa apa yang dituduhkan kepada dirinya terkait adanya penerimaan fee dari pengawas SPBU Karossa setiap bulan, kata dia, itu tidak benar. Dan tidak pernah ada kesepakatan dengan dirinya dengan pengawas SPBU Haji Anca, terkait adanya harga 350 rupiah yang mengalir ke oknu Polisi setiap bulan. Lanjut Mahdi, meminta kepada wartawan untuk menghubungi bertanya langsung kepada pemilik SPBU atas nama Haji Mukhtar.

” Disini saya mau katakan, tentang adanya fulus 350 rupiah yang katanya mengalir ke saya itu tidak benar. Saya tidak pernah tau haji Anca melakukan itu 350 rupiah berati dia buka sendiri kedoknya bermain di jirken. Dan saya tidak pernah ada kesepakatan dengan haji Anca. kalau dia katakan saya menerima, silahkan konfirmasi Haji Mukhtar karena Haji Anca hanya pengelolah disana. Kalau ada silahkan buktikan Isnya Allah saya akan pertanggung jawabkan,” kata Kapolsek Karossa Ipda Mukhtar.

Saat dicacar pertanyaan wartawan sejumlah pertaanyaan tentang adanya storan kepada oknum Polisi yang menerima storan tiap malam saat piket serta adanya bukti catatan pengeluaran dari pengawas SPBU Karossa. Kapolsek Muhtar terlihat hanya menjawab dengan singkat dengan mengarahkan wartawan untuk bertanya langsung kepada Haji Muhktar selaku pemilik SPBU di Karossa.

” Silahkan tanya sama haji Muhtar selaku pemilik SPBU, baru saya jawab. Silahkan buktikan pak, siapa yang menerima itu dan saya nyatakan tidak pernah ada kesepakatan dengan Haji Anca. Saya selaku aparat keamanan bertugas di Polsek bukan semata mata hanya mengurusi SPBU, tetapi saya mengurusi masyarakat dari kejahatan dari pelanggaran dan masyarakat masih membutuhkan Polisi,” ujar Muktar.

Seperti dikabarkan sebelumnya, ada oknum Polisi Polsek Karossa, yang disebut difakta persidangan terdakwa Brekele dalam agenda pemeriksaan saksi perkara penimbunan BBM. Diketahui Dua orang saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum ( JPU ) yakni Haji Anca selaku pengawas dan penaggung jawab SPBU Karossa dan nama Nasrun yang tak lain adalah salahseorang anggota Polisi Posek Karossa. Dihadapan majelis keduanya membeberkan keterangan dalam BAP selaku saksi.|Adji

Artikel ini telah dibaca 623 kali

Baca Lainnya