Nasional

Rabu, 11 Desember 2019 - 08:07 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Foto sebelum berlangsungnya kegiatan. Pakem Mamuju menggelar rapat tertutup soal aliran sesat.

Foto sebelum berlangsungnya kegiatan. Pakem Mamuju menggelar rapat tertutup soal aliran sesat.

Soal Aliran Sesat, Pakem Mamuju Gelar Rapat Tertutup

MAMUJU,pojokcelebes | Menindak lanjuti adanya aliran keagamaan yang dalam kajian keagamaannya diduga sesat atau menyimpang dari ajaran Agama Islam di Kabupaten Mamuju. Tim Pengamanan Aliran Kepercayaan Masyarakat ( Pakem ) Kabupaten Mamuju. Senin kemarin (11/12), di aula Kejari Mamuju, menggelar rapat tertutup yang di hadiri langsung Kepala Kejaksaan Tinggi ( Kajati ) Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ).

Dalam rapat tersebut, dibahas para praktik pelaku atau pimpinan Aliran keagamaan yang dalam kajian keagamaannya diduga sesat atau menyimpang dari ajaran Agama Islam dengan inisial RS mengemuka. Sebelumnya telah ada ajaran serupa yang dipimpin oleh inisial KC yang dalam praktiknya menafsirkan kitab suci Al-Quran tidak secara utuh sebagai dalil pembenar dalam meyakini ajaran yang diajarkannya. Dan membebankan pembayaran sejumlah uang kepada calon pengikutnya dengan besaran sekitar 350 Ribu sampai dengan 700 Ribu untuk memperoleh Kartu Masuk Surga ( KTS ) dan mengajarkan kewajiban shalat hanya Dua kali sehari yaitu pada saat matahari terbit dan terbenam serta perubahan Al’Quran menjadi 40 Juz. Bahkan, pengikut kajian tersebut diajarkan bahwa Shalat bukan merupakan kewajiban sebagai akibat dari Al’Quran ditafsirkan tidak secara utuh dan ritual untuk dapat melihat Tuhan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat Darmawel Azwar, SH. MH. Bersama Asisten Intelijen ( Asintel ) Irvan Samosir, SH.MH. Kepada Media ini usai menggelar rapat terutup. Keduanya memberikan petunjuk agar permasalahan terkait adanya dugaan aliran keagamaan yang dalam kajian keagamaannya diduga sesat atau menyimpang dari ajaran Agama Islam di Kabupaten Mamuju, segera diselesaikan dalam waktu dekat guna menjaga stabilitas politik. Dan jika itu benar kata Kajati, pihak MUI segera mengeluarkan fatwa.

” Saya kira, jika ini memang benar menyimpang. Pihak  MUI harus segera mengeluarkan fatwa untuk ditindak lanjuti bersama demi menjaga stabilitas keamanan dan politik, ” pungkas Kajati Sulbar.|Adji

Artikel ini telah dibaca 410 kali

Baca Lainnya