Ekonomi

Jumat, 20 Desember 2019 - 20:54 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Jelang natal dan tahun baru. Salahseorang nasabah terlihat melakukan penukaran uang dialahsatu Bank di Sulbar.

Jelang natal dan tahun baru. Salahseorang nasabah terlihat melakukan penukaran uang dialahsatu Bank di Sulbar.

Jelang Natal dan Akhir Tahun 2019, BI Sulbar Siapkan Uang Tunai 443,3 Miliar

MAMUJU,pojokcelebes | Jelang perayaan Natal dan tahun baru ( Nataru ) tahun 2020. Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( BI ) Provinsi Sulawesi Barat. Menyiapkan uang tunai sebesar 443,3 Miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sulawesi Barat.

Demi kelancaran pendistribusian uang, Bank Indonesia bekerjasama dengan Perbankan Provinsi Sulawesi Barat dengan membuka 34 titik layanan penukaranuang yang tersebar di berbagai penjuru daerah Sulawesi Barat.

Sesuai pola musiman, Bank Indonesia memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan uang kertas maupun logam ( Kartal ) seiring dengan perayaan Natal dan Akhir Tahun 2019. Kebutuhan masyarakat Sulawesi Barat pada periode menjelang Natal dan Akhir Tahun 2019 diperkirakan mencapai 443,3 Miliar atau meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 437,6 Miliar.

Jumlah kebutuhan uang tersebut diprediksi terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) sebesar 409,4 Miliar dan Uang Pecahan Kecil (UPK) sebesar 33,9 Miliar. UPB adalah uang rupiah pecahan 100.000 dan 50.000, sedangkan UPK terdiri dari pecahan 20.000 kebawah.

Bank Indonesia mengantisipasi kenaikan kebutuhan uang kartal tersebut dan kegiatan transaksi sistem pembayaran dengan mempersiapkan layanan kas baik melalui jaringan kantor Bank Indonesia maupun perbankan, serta memastikan kelancaran infrastruktur sistem pembayaran nontunai.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan uang tunai, Bank Indonesia bersinergi dengan perbankan di Sulawesi Barat untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat menjelang Periode Natal dan AkhirTahun 2019. Kegiatan yang mengambil tema ”Rupiah, Sahabat Untuk Semua” dilakukan dengan ekstensifikasi layanan penukaran melalui kas keliling dan titik penukaran di pusat keramaian maupun di kantor-kantor perbankan.

Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat bekerjasama dengan perbankan membuka 34 titik penukaran yang tersebar di Enam Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat.

Sementara dari sistem pembayaran nontunai, Bank Indonesia senantiasa memastikan kegiatan transaksi nontunai berjalan dengan lancar dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan sistem pembayaran nontunai yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia melalui Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Bank Indonesia telah melaksanakan pengujian terhadap seluruh infrastruktur guna memastikan terselenggaranya layanan sistem pembayaran secara aman, lancar dan efisien khususnya apabila terjadi peningkatan volume transaksi pada akhir tahun. Selainitu, Bank Indonesia juga terus berkoordinasi dengan peserta sistem pembayaran, guna memastikan optimalnya kegiatan sistem pembayaran.

Bank Indonesia mendorong masyarakat untuk menukarkan uangnya di lokasi penukaran resmi untuk mencegah risiko memperoleh uang palsu dan menjaga kualitas uang layak edar. Selain itu, masyarakat juga dihimbau agar selalu memperhatikan ciri keaslian rupiah melaluimetode Dilihat, Dirabadan Diterawang (3D) serta selalu merawat rupiah dengan metode Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, Jangan Dibasahi (5J).

Bank Indonesia juga terus mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan secara nontunai. Hal ini, untuk mempercepat perluasan program elektronifikasi dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan digital. Berbagai layanan sistem pembayaran tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk mempermudah transaksi keuangan,terhindar dari risiko mendapatkan uang palsu dan tidak lagi kesulitan mencari uang kembalian.

|BI SULBAR

Artikel ini telah dibaca 200 kali

Baca Lainnya