Advertorial

Jumat, 20 Desember 2019 - 00:53 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Kadisdik Mamasa, Muh. Syukur Badawi

Kadisdik Mamasa, Muh. Syukur Badawi

Soal Kabar Adanya Pemotongan Dana Guru Terpencil, ini Kata Kadisdik Mamasa

MAMASA, pojokcelebes | Soal kabar adanya dugaan pemangkasan dana tunjangan khusus guru terpencil di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar ), dibantah keras oleh Kepala Dinas Disdik Kabupaten Mamasa, Muh. Syukur Badawi.

Syukur mengatakan, terkait adanya tunjangan guru terpencil di Mamasa, diketahui  masih banyak masyarakat yang tidak memahami regulasi tentang tunjangan khusus guru terpencil. Sehingga muda percaya informasi diluar khususnya di Medsos soal adanya tuduhan dugaan pemotongan dana guru terpencil ( Dacil ) yang dilakukan oleh Disdik Mamasa.

Sebenarnya kata dia, agar tidak simpan siur informasinya dan tidak ada yang dirugikan. Syukur berharap, seharusnya masyarakat atau guru melakukan upaya konfirmsi ke kantor Disdik Kabupaten Mamasa, untuk bertanya soal tunjangan guru terpencil. Namun yang terjadi hingga saat ini masyarakat hanya bisa ribut di Medsos tanpa mengecek fakta sebenarnya.

” Memang diluar sana rame dibicarakan dan informasinya berseliweran di Medsos. Karena masyarakat banyak yang tidak memahami soal tunjangan guru terpencil, makanya timbul salin mencurigai padahal tidak seperti itu faktanya. Seharusnya, mereka harus datang ke kantor Disdik untuk mengkonfirmasi soal itu. Saya kira kalau mereka datang ke kami pasti akan tau soal ini, tetapi yang terjadi sampai saat ini tidak ada yang mendatangi ke kami untuk melakukan konfirmasi, ini persoalanya,” kata Syukur

Lanjut kata Syukur. Soal tunjangan khusus guru terpencil di Kabupten Mamasa. Tidak semua guru yang bisa dapat tunjangan. Namun yang  berhak mendapatkan adalah guru – guru yang memiliki surat keputusan ( SK ) langsung dari Kementerian desa tertinggal yang mengajar di desa tertinggal. Dari SK Kementerian desa tertinggal itu menjadi dasar Kementerian pendidikan mengeluarkan SK penerima dan dilanjutkan dengan pembayaran oleh Kementerian Keuangan RI.

” Disdik Mamasa hanya membantu oprator – oprator sekolah yang mengimput data dapodiknya Kekementerian. Kenapa kita bantu, karena banyak sekolah yang belum dapat jaringan internet,” ujarnya

Soal adanya kabar pemotongan tunjangan, Syukur mengaku seharusnya pihak – pihak yang menyebutkan itu kata dia, bisa memperlihatkan data – data yang akurat jangan hanya ada bahasa ada tunjangan dipotong. Karena terkait adanya bahasa dipotong, kata Syukur, terkesan bahwa uang bagi guru terpencil pencairannya melalui Didisdik, pada hal yang terjadi uang tersebut ditransfer langsung oleh Kementerian ke rekening guru penerima sehingga Disdik tidak tau menau soal dana tunjangan.

” Kalau ada bahasa dana itu dipotong dimana letak persingghannya ke kami ( Disdik )?. Uang itu kan langsung di transfer oleh Kementerian Keuangan, ke masing – masing guru penerima. Jadi tolong janganlah buang isu murahan, kalau ada data akurat tolong laporkan ke saya, biar bisa dijelaskan,” tegas Syukur.

Selain itu kata dia, sampai ada isu murahan ini terkesan ada kecemburuan sosial antara guru yang satu dengan guru yang lain, kenapa satu dapat yang lain tidak dapat sementara disekolah yang sama. Padahal kata Syukur, dari penjelasan Kementerian sudah sangat jelas disebutkan, sekalipun berada ditempat yang sama belum tentu dapat semua karena anggaran tidak mencukupi, apalagi jika ada guru yang sudah lama mendapatkan tunjangan guru terpencil itu kata dia, tidak bisa selamanya sampai bertahun – tahun. Agar ada asas keadilan tunjangan itu bisa dialihkanlah ke guru – guru yang lain yang memang belum pernah mendapatkannya atau merasakannya.

” jadi yang dapat tunjangan ini tidak selamanya dapat meskipun satu sekolah. Kalau sudah lama merasakan tunjangan itu, tentu akan dialihkan keguru yang lain sehingga ada asas keadilan ada asas keberasamaan, ” pungkas Syukur.

Seperti diketahui, kesenjangan kualitas pendidikan antara di kota dengan di daerah tertinggal saat ini masih menjadi persoalan. Karena ada sebagian tenaga guru yang enggan untuk ditempatkan di daerah sangat terpencil (DST). Padahal, Indonesia membutuhkan SDM bermutu untuk mengelola kekayaan alam yang berlimpah ruah.

Syukur berharap, langkah pemerintah dalam pemberian tunjangan khusus untuk guru yang mengajar di daerah sangat tertinggal bertujuan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan para guru. Karena guru memiliki tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa.|Rus

Artikel ini telah dibaca 114 kali

Baca Lainnya