Hukrim

Jumat, 20 Desember 2019 - 18:17 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Salahsatu nama Kecamatan yang menempel di tugu BMK Topoyo yang sudah rampung terlihat rusak dan jatuh.

Salahsatu nama Kecamatan yang menempel di tugu BMK Topoyo yang sudah rampung terlihat rusak dan jatuh.

Telan 6 Miliar, Bangunan Tugu BMK Topoyo Disorot

MAMUJU TENGAH,pojokcelebes| Bangunan tuguh Benteng Kayu Mangiwan ( BMK ) yang berdiri kokoh ditengah – tengah kota Topoyo dan menjadi icon Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ), yang menelan anggaran kurang lebih 6 Miliar tahun 2019, menuai sorotan publik.

Habibi, salahseorang Ketua Bidang Investigasi Pemuda Corruption Watch ( PCW ) Kabupaten Mamuju Tengah, mengaku meskipun pembangunan tuguh BMK itu sudah dikatakan rampung menurut kontraktor. Namun kata Habibi, dibangunan itu ditemukan sejumlah kejanggalan seperti lantai tuguh sudah mengalami keretakan dan sebagian penyanggah huruf atau abjad yang dipasang dibadang tuguh sudah terlihat berjatuhan. Kuat dugaan pekerjaan atau proyek tuguh ini diduga dikerjakan tidak maksimal dan kurang pengawasan.

” Proyek pembangunan tuguh bukan nilainya sedikit pak, tapi menyerap anggaran besar. Coba perhatikan lantainya sudah mengalami keretakan dan huruf – huruf atau nama – nama kecamatan sudah ada beberapa berjatuhan. saya curiga ini pekerjaan ini tidak maksimal dan kurang pengawasan,” tanya Habibi.

Masih Habibi, adanya temuan kerusakan pasca dibangunnya tuguh BLKM Topoyo itu, disinyalir kurang pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mateng, sehingga pihak rekanan tidak lagi memperhatikan mutu dan kulaitas hasil pembangunan

” Kami sangat menyesalkan kurangnya pengawasan dari Dinas PU Mateng, terhadap proyek ini sehingga pihak rekanan terkesan tidak memperhatikan mutu pembangunan. Dengan menyerap anggaran Miliaran rupiah, hasil tidak maksimal kan daerah yang dirugikan, ” ujar Habibi kepada pojokcelebes.com

Habibi menilai, Kadis PU Mateng seharusnya proyek ini menjadi tanggung jawabnya khususnya dalam pengawasan, apalagi proyek ini berada di tengah kota Mateng dan berjarak tidak jauh dari kantor PU. Namun kata Habibi, yang paling membingungkan. Setiap ada laporan hasil pembangunan infrastruktur yang diduga bermasalah disejumlah wilayah Kabupaten Mateng, yang dilaporkan ke Kadis PU, selalu tidak menemukan solusi. Malah yang terjadi, sang Kadis hanya mampu berjanji untuk memperhatikan dan memperbaikinya namun nyatanya dilapangan jarang terbukti.

” Ini mi juga saya heran, setiap ada temuan yang disampaikan ke pak Kadis PU terkaitadanya proyek yang bermaslah, selalu tidak punya solusi. Itu ji, hasilnya sebatas janji dan jarang terbukti. Sehingga jangan heran di Mateng ini banyak proyek di bawa tanggung jawab Dinas PU itu dinilai kurang baik, terbukti lagi proyek pembangunan tugu BKM di Topoyo, “jelasnya.

Ditemui ditempat yang berbeda, Kadis PU Mateng, Ahyar Arifin mengatakan, proyek tuguh BKM itu belum selesai dan harus semua singkrong dengan pembangunan taman kota, area joging, jalan dan jembatan kembar yang kini masih dalam proses lelang. Soal adanya kerusakan pada bagian tuguh BMK itu, Arifin lagi – lagi mengaku dihadapan sejumlah wartawan bahwa masih tanggung jawab rekanan dimana proyek ini masih dalam masa pemeliharaan.

” Tugu ini belum selesai salah satunya adalah landscape juga belum selesai. Kita harus singkrongkan dengan jalan dan jembatan kembar yang sudah dilelang. Terkait adanya kerusakan nama huruf kecamatan dan adanya retakan lantai dibagian tugu itu menjadi tanggungan jawab rekanan karna Masi dalam masa pemeliharaan,” kata Ahyar

Masih Ahyar, mengaku bangunan tugu ini belum diserahkan kepihak pemerintah daerah Kabupaten Mateng, karena masi dalam proses pekerjaan administrasi,berapa bulan akan kita serahkan.

” Kami minta kepada masyarakat agar sama – sama menjaga keamanan tugu ini. Dan semua yang rusak ini akan diperbaiki pihak rekanan karna masih dalam pemeliharaan,” singkatnya.

|Min

Artikel ini telah dibaca 2067 kali

Baca Lainnya