Hukrim

Senin, 23 Desember 2019 - 22:52 WIB

1 bulan yang lalu

logo

AKP.Syamsuriyansah ( Kasat Reskrim Polresta Mamuju)

AKP.Syamsuriyansah ( Kasat Reskrim Polresta Mamuju)

Soal Dugaan Korupsi di KPU, 15 Orang Antri Terperiksa Hingga Komisioner Disebut

MAMUJU,pojokcelebes | Soal dugaan penyalagunaan anggaran media yang melekat di KPU Provinsi Sulawsi Barat ( Sulbar ) tahun 2019 . Hingga kini, Polisi terus berupaya untuk bisa mengungkap siapa dalangnya, soal adanya dugaan praktik curang yang terjadi di KPU Provinsi Sulbar.

Belum lama ini, sebanyak 15 orang, yang dinyatakan ada keterkaitan dengan persoalan yang tengah Dilidik oleh Polresta Mamuju itu. Kini diketahui ke 15 orang itu antri dihadapan penyidik untuk memberikan keterangan soal dana media yang disebutkan nilainya pantastis itu.

Ditemui Kasatreskrim Polresta Mamuju, AKP Symasuriyansah, mengaku sampai saat ini pihaknya masih intens melakukan penyelidikan dengan mengambil keterangan dari beberapa orang yang dianggap ada kaitan dan ada hubungannya dengan proyek yang dibandrol miliaran rupiah itu.

” Sudah kami ambil keteranganya sejumlah 15 orang yang ada kaitannnya dengan kegitan ini meskipun ada Dua orang yang menurut kami harus butuhkan pendalaman lagi.” kata kasat Resrim Polresta Mamuju saat ditemui tadi sian. Senin (23/12)

Lanjut dia katakan, dari keterangan 15 orang yang masih sebagai saksi itu kata dia, akan dilanjutkan ekspose BPK-P Sulbar yang nantinya ada keputusan dari pihak BPK-P, apakah dalam bentuk audit investigasi terlebih dahulu yang dilakukan BPK-P ataukah dengan melakukan perhintungan kerugian negara.

” Insya Allah, sudah kami sudah koordinsi dengan BPK-P, dan kami juga sudah diberikan jadwal atau ruang pada bulan Januarai 2020, untuk bisa melakukan ekpsoes terhadap kasus tersebut dengan tim BPK-P,”ujarnya.

Kasatreskrim yang akrab disapa Anca mengaku, untuk calon tersangka dari 15 orang sudah dimintai keterangan kata dia, ditentukan setelah dilakukan ekpose kasus di BPK-P.

” Kalau saya dan tim saya, saya bisa memastikan bahwa ada calon tersangka itulah semua. Tetapi tidak bisa saya sampaikan nantilah setelah ekpsoes dari BPK-P,” sebut Anca.

Lebih lanjut kata Anca mengatakan, terkait keterangan komisioner KPU dipastikan nantinya akan diambil keterangannya pada saat proses tahap penyidikan.

” kalau kita mengacu bagaimana penetapan tersangka nanti, Saya sangat berharap bahwa diantara keterangan itu tidak menutup kemungkinan akan ada yang terseret itu. Kita meminta kepada teman – teman yang nanti jadi tersangka sesuai hasil perhitungan BPK-P, jangan ditutupi harus mereka transfaran, kan nantinya hasil dari BPK-P itu akan jelas perannnya masing
– masing, ” jelasnya

Soal kasus ini kata dia, piak penyidik Tipikor Polresta Mamuju, belum bisa membuka apa motif yang akan disangkakan kepada calon tersangka itu. Kata dia, tetapi bagi polisi tetap akan memberikan fakta – fakta saat naik pada tahap penyidikan karena bisa saja bolanya bergulir kemana.

” Kita berpikir begini, dengan satu kegiatan dengan jumlah anggaran sebesar itu. Tetapi ada disalasatu pihak yang menurut saya, agensi diposisinya disitu tidak tepat. Dia tidak melakukan kegiatan apa -apa, tetapi sudah mendapatkan sekian fee dengan jumlah besar. Kenapa saya bilang jumlah besar disesuaikan dengan fakta bahwa ada aliran dana ke dia,” uangkapnya.

Terkait kasus ini sebut Anca, bahwa sejumlah keterangan yang sudah dimintai keterangan adalah Sekrertais KPU, dari tim Pojka yang berjumlah Empat orang dan PPK, pihak media tivi, media online, media cetak ditambah dengan agenis komisionar utama dan direktur termasuk media yang mengundurkan diri.

Ditempat terpisah Sekretrias KPU Provinsi Sulbar, Baharudin mengaku soal adanya kasus dana media yang kini ditangani Polisi, hingga saat dirinya mengaku tidak tau menau. Hanya saja kata dia, sudah jelaskan didepan penyidik dengan panitia dan PPK sudah dilakukan susai prosedur tetapi pasti banyak orang puas.

” Sudah saya katakan didepan penyidik, bahwa apa yang kami lakukan bersama panitia dan PPK sudah sesuai dengan prosedur, dan pasti banyak orang tidak puas, jadi saya bilang mekanismenya kita lalui kalau ada memang pelanggaran yang kita tidak tau, tergantung dari pemeriksa to, “kata Baharuddin.

Masih Baharuddin, sebelumnnya persoalan ini tidak tau menau, nanti kata dia, sudah ramai di media lalu dirinya tau. Karena setahunya sebelumnnya tidak ada masalah dengan media dan tiba – tiba ada mempermasalahkan

” Sebelumnnya ada laporan atau informasi bahwa ada kejangalan di media. kami tidak tau apa yang dipermasalahkan sebab hubungan kami dengan media awal – awalnya yang kerja sama dengan KPU terlihat tidak ada masalah.” ujarnya.

Dia mengaku, terkait adanya agency yang disebut – sebut polisi kata dia, menagku adalah merupakan jembatan yang menunjukan media telivisi terhadap Tiga telivisi yang bekerjasama dengan pihak KPU. Sedangkan media radio, media cetak dan media onlin hanya sebatas penunjukan saja.

” Misalanya media tivi yang masukan penawaran, pihak agensilah yang menunjuk media tivi, mana tivi yang bisa dikerjasama, karena agensy yang lebih tau dan pihak KPU tidak punya keahlian dibidang itu, dan disitu awalnya ada persoalan, “sebutnya.

Terkait itu, soal adanya penyelidikan Polisi terhadap dana Media di KPU Provinsi. Kata dia, sebagai warga yang baik tetap akan mengikuti proses ini. Karena berulang kali dia sebut bahwa apa yang dilidik Polisi ini tidak tau menau.

“Kita tetap menghargai proses hukum, kalau memang ada penilain pelangaran tetap kita ikuti karena memang kita tidak tau yang manau posnya yang diperiksa,”tutupnya

|Adji

Artikel ini telah dibaca 809 kali

Baca Lainnya