Hukrim

Selasa, 24 Desember 2019 - 10:00 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Sidang lanjutan dugaan penimbunan BBM dengan agenda pemeriksaan saksi meringankan dari terdakwa.

Sidang lanjutan dugaan penimbunan BBM dengan agenda pemeriksaan saksi meringankan dari terdakwa.

Saksi Sebut Minyak 14 Jirken Dikuras dari Mesin Excavator Milik Terdakwa, Lanjutan Sidang Dugaan Penimbunan BBM

MAMUJU TENGAH,pojokcelebes | Dua orang saksi yang meringakan terdakwa Ansyari Latif alias Brekele yang didakwa penimbunan BBM. Senin kemarin (23/12), keduanya memberikan keterangan dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri ( PN ) Mamuju.

Dalam sidang pemeriksaan saksi yang diketuai oleh Majelis Hakim Herianto, SH.MH dan dua hakim anggota Erwin Ardian, SH,MH dengan David, SH,MH. Dua saksi yang dihadirkan diketahui bernama Sudir dan Asri. Dihadapan majelis hakim saksi menyampaikan bahwa alat berat ( Excavator ) milik terdakwa sebelum diamankan Polisi, alat tersebut sudah megalami
kerusakan berat sehingga alat berat itu hanya terparkir dibelakan rumah terdakwa dengan kondisi ditutup terpal sambil menunggu mekanik dari Makassar.

” Yang mulia, memang alat berat itu mengalami rusak parah dan sudah lama terparikir di belakang rumah bos Brekele, sambil menunggu mekanik dari Makassar datang.” kata Sudir saat dicecar pertanyaan oleh kuasa hukum terdakwa, Irwin, SH.

Dihadapan Majelis hakim, saksi Sudir juga memberikan keterangan bahwa selama alat berat itu rusak, mengaku minyak dalam mesin atau solar termasuk oli dikuras habis keluar dari mesin. Hal itu dilakukan untuk memudahkan mekanik melakukan perbaikan mesin Excavator

” Karena mesin eskavator ini mau turun mesin yang dilakukan oleh mekanik, sehingga semua oli dan solarnya habis kami kuras dan menampung dijirken sebanyak 14 jirken,” ujar Sudir yang mengaku 12 jirken solar dan 2 jirken oli mesin.

Mesin ekscavator milik terdakwa terlihat rusak dan dilakukan perbaikan.

Dalam sidang pemeriksaan saksi, majelis hakim sempat meminta video saat menguras oli dan solar dari mesin Excavator. Namun saksi hanya bisa memperlihatkan bukti foto – foto mesin excavator milik terdawa yang rusak dan saat sementara dikerja oleh mekanik.

” yang mulai kalau video kami tidak miliki, kalau foto – foto bahwa mesin Excavator itu rusak ada kami miliki,” pinta Sudir yang mejawab pertanyaan majelis hakim.

Usai memeriksa Kedua saksi, majelis hakim mempertanyakan kesehatan terdakwa agar bisa sembuh total sehingga lancar menghadapi sidang. Untuk itu majelis hakim menyarakan terdakwa untuk berobat ke Makassar.

” Bagaimana kondisi kesehatannya saudara ?. Saya kasi izin Tiga hari untuk berobat di Makassar, kalau rencana mau pasang cincing. Kalau mau ke sana telepon memang dokter ahlinya, jangan sampai tidak ada disana. Minggu depan kembali sidanya ya, dengan pemeriksaan terdakwa. Saya minta jaga kesehatan ya, jangan sampai penyakit saudara tiba – tiba kambuh, “pintanya sambil menutup sidang dengan agenda pemeriksaan saksi.

Dalam sidang pemeriksaan saksi juga dihadiri oleh JPU Syamsul Alam, SH.MH, terlihat dari awal persidangan hingga akhir sidang JPU hanya terlihat mendengar tanpa bertanya kepada saksi yang dihadirkan oleh kuasa hukum terdakwa. Sidang kembali dilanjutkan tanggal 30 Desember 2019, dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 2071 kali

Baca Lainnya