Hukrim

Senin, 30 Desember 2019 - 13:33 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Foto Ilustrasi beras Bulog.

Foto Ilustrasi beras Bulog.

Tengara Dugaan Praktik Culas di Bulog Mamuju, Temukan Kerugian 600 Juta

MAMUJU,pojokcelebes | Aroma Korupsi kembali menyengat dari kantor badan urusan logistik ( Bulog ) Mamuju. Tengara dugaan praktik culas ini, diketahui adanya penyalahgunaan harga beras tahun 2018 sehingga ditemukan adanya kerugian keuangan negara kurang lebih 600 juta rupiah.

Media ini mencoba melakukan investigasi di Bulog Mamuju, terkait info tersebut dengan menemui kepala Bulog Mamuju, M. Yatsir. Kepada pojokcelebes pria paruhbaya itu membenarkan, adanya dugaan penyelewengan anggaran harga beras dengan jumlah kurang lebih sekitar 600 juta berdasarkan hasil audit BPK Sulbar. Dan untuk membuktikan siapa saja terlibat didalamnya , terpaksa persoalan ini didorong kerana hukum beberapa Minggu lalu.

” Iya benar pak, ada dugaan penyelewengan anggaran dana beras sekitar 600 juta tahun 2018 berdasarkan hasil temuan BPK. Dan ini sudah saya laporkan ke Tipikor,” kata Kepala Bulog saat ditemui pojokcelebes.com

Lebih lanjut mengungkapkan, meskipun tidak menyebut siapa saja nama oknum yang terlibat bermain nakal dalam kasus harga beras di Bulog tahun 2018. Namun kata dia, otak pelaku kasus ini diduga dilakukan oleh oknum pejabat Bulog dan berjumlah lebih dari Satu orang.

” Iya ada oknum pejabat yang diduga bermain dan bukan hanya Satu orang tetapi lebih dari Satu orang.” Singkatnya tanpa menyebut inisial yang dimaksud.

Masih dia, berdasarkan laporan yang disampaikan ke Tipikor, modus yang dilakukan oleh oknum adalah membuat laporan fiktif sehingga mengakibatkan ada temuan BPK. Soal ini kata dia, pengungkapan dugaan praktik culas di tubuh Bulog ini, bertujuan bertekad ingin membersihkan Bulog dari permainan nakal oknum dan mengupayakan mengembalikan kerugian negara.

” Iya kita ini masih menduga, yang bisa membuktikan adalah pengadilan. Dan kita tunggu saja kinerja dari Polisi mengungkap praktik ini. Yang pastinya kami ingin mengebalikan kerugian negara sesuai dengan hasil audit BPK, ” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubdit Tiga Direktorat Kriminal Khusus ( Krimsus ) Polda Sulbar, AKBP Musa membenarkan adanya laporan dari pihak Bulog Mamuju, beberapa Minggu lalu. Musa mengaku, soal laporan pelapor adalah adanya dugaan penyimpangan harga beras tahun 2018 hingga ada ditemukan kerugian negara Ratusan juta. Atas itu kata dia, pihaknya telah melakukan penyelidikan dengan pengumpulan bahan keterangan ( Pulbaket ) dan Puldata.

” Iya benar ada pihak Bulog yang sudah melapor ke Tipikor Polda Sulbar, belum lama ini terkait dugaan Korupsi dana beras tahun 2018. Dan laporan itu, tengah didalami dengan melakukan penyelidikan soal ini,” pungakas Musa.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 299 kali

Baca Lainnya