Advertorial

Selasa, 31 Desember 2019 - 13:07 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Dialog Kamtibmas dan Tantangan Daya Saing Sulbar 2020.

MAMUJU, pojokcelebes |Kepolisian Daerah Sulawesi Barat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan elemen lainnya menggelar Dialog Kamtibmas membahas tantangan daya saing Sulbar 2020, Selasa (31/12/19) di Pondok Anjoro Putu Mamuju.

Kegiatan Dialog Kamtibmas ini bahkan disiarkan langsung melalui stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) Sulbar dengan tujuan seluruh masyarakat dapat memberikan partisipasi dan kepeduliannya dalam membangkitkan potensi Sulbar menjadi wilayah maju dan sejahterah.

Kabid Humas AKBP Hj. Mashura menjelaskan kegiatan ini adalah bentuk kepedulian bersama untuk meningkatkan daya saing daerah Sulawesi Barat melalui potensi alamnya dan SDMnya yang unggul, sebut Kabid Humas.

Nampak hadir dalam dialog kamtibmas ini, Anggota DPR RI Komisi 4 Suardi Duka dan Ibu Ruskati Ali Baal serta H. Malik Pababari DP, Sekda Provinsi, Kajati, Kapolda Sulbar beserta seluruh pejabat utamanya, Danlanal, Dandim 1418 Mamuju, Bupati Mamuju, Raja Mamuju, Ketua Bawaslu Sulbar, Ketua KPU Sulbar, Ka BNN Sulbar, Ketua BI Sulbar, para Kadis, Tokoh Masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Mengawali dialog kamtibmas ini, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si selaku tuan rumah pada kegiatan ini menyambut para tamu undangan dan mengajak seluruhnya untuk membahas kemajuan sulawesi barat.

“Sudah saatnya kita memberikan yang terbaik untuk Sulawesi Barat melalui partisipasi seluruh pihak,” tutur Kapolda.

Saat Live, diberikan kesempatan pertama Kapolda Sulbar dalam sambutannya mengatakan Alhamdulillah situasi kamtibmas di Sulbar terbilang yang paling kondusif, hal ini tidak terlepas dari partisipasi seluruh pihak.

Bahkan polisi yang paling dipercayai berdasarkan penilaian Litbankompas ditahun 2018 adalah Polda Sulbar. ini tentu merupakan indikator bahwa keamanan kita terjamin di Sulbar.

Belum lagi penghargaan Harmoni Awards yang diraih Sulawesi Barat sebagai wilayah yang paling menjunjung tinggi perbedaan atau toleransi antara umat beragama.

Diakhir kesempatannya, Kapolda Sulbar juga menyampaikan harapan masyarakat Mamasa baik pendeta dan pemangku adat setempat agar tidak ada lagi bunyi petasan disaat perayaan Natal dan Tahun Baru, ini menandakan keterbukaan masyarakat kepada Polisi semakin baik.

“Mengukur daerah yang baik itu hanya diukur dari dua sisi yaitu keamanan dan kesejahteraannya,” tutur Kapolda.

Sementara itu, Sekda Sulbar pada kesempatannya mengatakan untuk menyambut tahun baru 2020 kita memang harus optimis dengan memperhatikan kesejahteraan dan keamanan daerah.

Sebagai salah satu putra Sulbar, Sekda juga mengaku ada perubahan signifikan di Sulbar lewat peran semua pihak.

Pekerjaan pemerintahan itu untuk mengipowerin seluruh lini serta mendorong potensi yang ada untuk meningkatkan daya saing sehingga terwujud percepatan pertumbuhan ekonomi

Intinya kita berbicara daya saing untuk memastikan Sulbar bisa maju dan lebih sejahterah kedepan dengan memperhatikan tiga hal yaitu kesejahteraan, ketersediaan lapangan kerja dan kesenjangan, tutur Sekda.

Lain dengan sambutan Kajati, pihaknya berharap kegiatan seperti ini bisa terus terselenggara secara berkesinambungan sehingga terwujud kebersamaan dan kekompakan.

Perubahan kearah yang lebih baik itu diperlukan peran fungsi masing-masing seluruh instansi dalam mendukung pembangunan dan kemajuan derah.

Menurutnya, Sulawesi Barat sebagai wilayah baru sebenarnya lebih mudah untuk bisa membangun wilayah dengan baik, karena tinggal mengopi sistem wilayah yang telah berkembang.

“Menyangkut hal-hal baik kenapa kita tidak bekerja sama, untuk itu mari kita jadikan hukum sebagai aturan yang akan membantu perkembangan Sulbar,” tuturnya.

Disamping itu Dandim 1418 Mamuju mengatakan mewujudkan Sulawesi Barat lebih baik harus memperhatikan pembangunan Infrastruktur.

Ketua BI juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi memang ada kelemahan namun kalau melihat kedepan sangat banyak peluang besar utamanya dalam meningkatkan potensi alam.

Sulbar kuat pada potensi pertanian, dan laut sisa mengembangkan kemampuan menangkap, mengawetkan dan pengelolaan. jangan hanya menghasilkan barang mentah tapi harus mampu menyediakan inpestasi.

Menurutnya Sulbar bisa melaju kencang untuk memajukan perekonomian jika mampu mengembangkan potensi daerah melalui dukungan seluruh pihak, katanya.

Dikesempatannya, Bupati Mamuju juga menyampaikan penetapan APBD telah dilakukan, kita tentunya ingin melihat pertumbuhan Mamuju lebih baik, salah satunya membangun sistem pemerintahan.

Kedepan konsep membangun kabupaten Mamuju akan menyentuh wilayah-wilayah khusus seperti belang-belang dan tampa padang yang merupakan potensi transportasi untuk meningkatkan perekonomian.

“Saya kira sudah waktunya kita membangun Mamuju dengan meningkatkan potensi-potensi yang ada melalui peran kita semua,” tuturnya.

Ketua DPRD Sulbar pihaknya bersyukur diakhir tahun bisa menggelar Dialog membahas daya saing Sulbar, hal ini tentu akan menjadi destinasi progres pembangun kedepan.

Penetapan APBD Sulbar juga telah dilakukan. harapannya hal ini bisa cepat di manfaatkan oleh pemerintah dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat ataupun pelaku usaha, tuturnya.

Anggota DPR RI H. Suhardi Duka berbicara kamtibmas ada minimal 3 hal yang harus kita fokuskan yaitu kesejahteraan, keadilan dan keamanan.

Menjawab tantangan memang harus dilakukan secara bersama-sama, intinya kami siap memberikan dukungan penuh untuk membangun Sulawesi Barat lebih baik, tuturnya.

Sementara itu, pembicara lainnya dalam kegiatan ini seperti Anggota DPR RI Hj. Dua kayu Ali Baal Masdar, Ketua KPU, Bawaslu dan tamu undangan lainnya siap memberikan dukungannya dalam memajukan Sulawesi Barat kearah yang lebih baik.

|Jrn

Artikel ini telah dibaca 855 kali

Baca Lainnya