Hukrim

Selasa, 31 Desember 2019 - 08:41 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Istri terdkwa menjadi saksi korban berikan ketarangan dihadapan majelis hakim dalam sidang lanjutan perkara KDRT.

Istri terdkwa menjadi saksi korban berikan ketarangan dihadapan majelis hakim dalam sidang lanjutan perkara KDRT.

Lanjutan Sidang KDRT, Saksi Korban Mengaku dapat Perlakuan Tidak Pantas

MAMUJU,pojokcelebes | Sidang perkara kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ) di Pengadilan Negeri ( PN ) Mamuju, yang menyeret salahseorang pengusaha muda atas nama Samsul Bahri, kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaaan saksi korban yang tak lain istrinya sendiri atas nama Mila Karmila.

Dalam agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum ( JPU ). Saksi Karmila yang di cecar pertanyaan oleh majelis hakim, JPU dan penasehat hukum ( PH ) terdakwa. Terungkap sejumlah keterangan saksi berdasarkan dengan BAP dan kembali dibeberakan dihadapan majelis hakim. Cerita keterangan saksi itu Mulai dari awal pertengkaran keduanya sampai terjadinya kekerasan fisik yang mengakibatkan saksi luka di beberapa badan korban. Hingga tidak tahan menerima perlakuan terdakwa yang akhirnya saksi memilih tinggal dirumah kontrakan ( Kos ) bersama anak semata wayangnya.

Jaksa penuntu Syamsul Alam, SH.MH yang ditemani rekannya Yusriana Yunus, SH mencecar pertanyaan salasahsatunya soal keberadaan saksi ditempat hiburan malam sebelum terjadi penganiyaan yang dilakukan terdakwa. Atas pertanyaan JPU, saksi Mila mengakui, saat itu bersama rekannya berada di tempat hiburan malam bahkan mengaku sempat menikmati minuman yang beralkohol. Niatnya ketempat hiburan malam itu karean ajakan teman – temannya

” Iya pak, saya diajak teman saya dan saya mau. Dan saat itu saya berada di room karoke bersama teman saya tapi Dua diantaranya bencong pak, iya pak saya minum sedikit pak,” jelasnya menjawab pertanyaan Jaksa penuntut.

Usai pemeriksaan saksi korban, terlihat saksi menyerahkan sebuah map merah kepada majelis hakim. Map merah itu diduga bukti baru terhadap kasus yang dialaminya. Sementara terdakwa Saamsul yang diampingi Dua PH-nya Nasrun, SH bersama Dedi SH. Mengaku ada beberapa keterangan saksi korban yang tidak benar dan terkesan ditambah.

” Ada beberapa poin yang menurut saya tidak benar yang mulia yakni tuduhan perselingkuhan, sering memukul dan menginjak – menginjak. Dan semua itu tidak benar yang mulai. ” ujar terdakwa Samsul yang menjawab pertanyaan majelis hakim setelah diberikan kesempatan menanggapi keterangan saksi korban usai pemeriksaan.

Ditemui Kuasa hukum terdakwa Nasrun CS mengaku, dari keterangan saksi terhadap kliennya yang sampai saat ini masih sah sebagai suami istri itu, menurutnya keterangan saksi tidak memberatkan. Namun kata Nasrun, terjadinya penganiyaan itu karena punya alasan, beberapa kali peringatan dari kleinnnya terhadap saksi korban tidak diindahkan. Bahkan ada keterangan saksi yang mengaku keluar dari lewat jam 10 malam dan nongkron di tempat hiburan malam bersama temannya. Menurut terdakwa sangat tidak wajar seorang yang dilakukan oleh rempuan yang bersuami, apalagi saksi mengakui bahwa sempat menikmati alkohol. Akibat itu semua kata Nasrun, menjadi persoalan bagi Keduanya sehingga berunjung kepertengkaran dalam rumah tangga.

” Mana ada suami mengizinkan istrinya pergi ketempat hiburan malam tenagah malam, tidak ada kan?. Klien kami melakukan hal itu karena dia masih sayang istrinya, jadi ada alasan sampai dia lakukan itu,” singkat Nasrun

Sidang terbuka untuk umum yang dihadiri oleh puluhan pengunjung termasuk Kedua keluarga besar terdakwa dan saksi korban. Sidang yang di ketua oleh Majelis Hakim Herianto, SH.MH dan Dua hakim anggota David Fredo Charles Soplanit, SH.MH bersama Nurlely, SH. Diakhir sidang, Ketua majelis hakim meminta kepada terdakwa tetap memperhatikan tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga karena sampai saat ini terdakwa dengan saksi korban masih sah sebagai suami istri.

” Saya minta kepada terdakwa ya, untuk tetap menafkahi istri dan anaknya karena sampai saat ini saudara masih sah sebagai suami istri, apalagi kalian ada anak yang menjadi tanggung jawab saudara. Diperhatikan ya,” pinta Majelis Hakim Herianto sembari mengetuk palu sidang.

Sidang kembali dilanjutkan Senin depan tanggal 6 Desember 2020, dengan agenda masih pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh JPU.
|Adji

Artikel ini telah dibaca 1744 kali

Baca Lainnya