Hukrim

Selasa, 7 Januari 2020 - 06:55 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Foto ilustrasi beras Bulog

Foto ilustrasi beras Bulog

Dugaan Korupsi Bulog Mamuju Statusnya Naik ke Penyidikan

MAMUJU,pookcelebes |Direktorat Kriminal Khusus ( Krimsus ) Polda Sulawesi Barat ( Sulbar ), menaikkan status kasus dugaan korupsi badan urusan logistik ( Bulog ) Mamuju, ke penyidikan. Berdasar hasil penyelidikan, telah didapatkan dua alat bukti permulaan yang cukup sehingga meningkatkan kasus tersebut ke tahap selanjutnya.

Perbuatan culas dugaan Korupsi di kantor badan urusan logistik ( Bulog ) Mamuju, yang diduga merugian keuangan negara kurang lebih 600 juta. Akhirnya menjadi babak baru di awal tahun 2020, bagi untuk melakukan penyidikan. Dikabarakan, Senin kemarin (6/1), Satuan Krimsus Polda Sulbar telah melakukan gelar perkara terkit dugaan penyalagunaan anggaran harga beras di tubuh Bulog Mamuju tahun 2018.

Dikonfirmasi kepada Kasubdit Tiga Krimsus Polda Sulbar , AKBP Musa membenarkan timnya telah melakukan gelar perkara terhadap kasus Bulog Mamuju. Kata di, dalam hasil gelar perkara status kasusnya dinaikkan dari penyelidikan ditingkatkan menjadi penyedikan.

” Terhadap kasus Bulog Mamuju ini, Krimsus telah melakukan gelar perkara Senin kemarin. Hasil gelar perkaranya, sepakat dinaikan dari lidik menjadi sidik, “kata Musa kepada pojokcelebes. Selasa (7/1)

Masih dia, untuk memastikan jumlah kerugian terhadap kasus Bulog ini, Krimsus Polda Sulbar masih menunggu hasil audit BPK- P Sulbar.

” soal berapa jumlah kerugian negara, kami tetap menunggu hasil audit BPK – P. Yang pastinya kasus ini sadah dalam sidik,” jelas Musa.

Seperti yang diberitan pojokcelebes.com sebelumnnya, kepala Bulog Mamuju, M. Yatsir membenarkan, adanya dugaan penyelewengan anggaran harga beras dengan jumlah kurang lebih sekitar 600 juta berdasarkan hasil audit BPK Sulbar. Dan untuk membuktikan siapa saja terlibat didalamnya, kata dia, terpaksa persoalan ini dilaporkan kerana hukum.

” Iya benar pak, ada dugaan penyelewengan anggaran dana beras sekitar 600 juta tahun 2018 berdasarkan hasil temuan BPK. Dan ini sudah saya laporkan ke Tipikor,” kata Kepala Bulog saat ditemui pojokcelebes.com. Baru – baru ini

Lebih lanjut mengungkapkan, meskipun tidak menyebut siapa saja nama oknum yang terlibat bermain nakal dalam kasus harga beras di Bulog tahun 2018. Namun kata dia, otak pelaku kasus ini diduga dilakukan oleh oknum pejabat Bulog dan berjumlah lebih dari Satu orang.

” Iya ada oknum pejabat yang diduga bermain dan bukan hanya Satu orang tetapi lebih dari Satu orang.” Singkatnya tanpa menyebut inisial yang dimaksud.

Masih dia, berdasarkan laporan yang disampaikan ke Tipikor, modus yang dilakukan oleh oknum adalah membuat laporan fiktif sehingga mengakibatkan ada temuan BPK. Soal ini kata dia, pengungkapan dugaan praktik culas di tubuh Bulog ini, bertujuan ingin membersihkan Bulog Mamuju dari permainan nakal oknum dan mengupayakan mengembalikan kerugian negara.

” Iya kita ini masih menduga dan sekara ng Polisi tengah melaksanakan tugasnya, yang bisa membuktikan adalah pengadilan. Dan kita tunggu saja kinerja dari Polisi mengungkap praktik ini. Yang pastinya kami ingin mengembalikan kerugian negara sesuai dengan hasil audit BPK, ” pungkasnya.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 839 kali

Baca Lainnya