Hukrim

Kamis, 9 Januari 2020 - 23:30 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Sidan pelaku pembunuhan di Desa Tasokko dengan agenda pemeriksaan saksi.

Sidan pelaku pembunuhan di Desa Tasokko dengan agenda pemeriksaan saksi.

Pelaku Pembunuhan Pacar Sendiri Terancam Hukuman Mati

MAMUJU,pojocelebes | Dua saksi atas nama Dahri dan Fakruddin yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum ( JPU ), Samsul Alam, SH.MH untuk memberikan keterangan atas tewasnya korban Fitriani alias Fitri, yang ditemukan tergantung di pohon cengkeh, tanggal 23 Juni 2019 di Desa Tasokko Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah.

Dalam kesaksiannya saat Majelis hakim mencecar sejumlah pertanyaan. Kedunya mengaku bahwa terdakwa Saleh Bin Alimuddin, jauh sebelumnnya diketahui memiliki hubungan spesial ( Pacaran ) dengan korban, bahkan terdakwa sudah ingin menyampaikan niatnya untuk melamar korban. Selain itu, kata Kedua saksi yang tak lain paman korban Fitri, mengaku bahwa kelakuan nakal terdakwa saat hilangnya Fitri sebelum ditemukan tergantung di pohon cengkeh. Kata Kedua saksi, terdakwa terlihat berpura – pura panik dan sedih atas kehilangan korban Fitri, bahkan bersama – sama dengan ibu kandung korban mencari korban. Namun fakta dilapangan, terdakwa Saleh yang menghabisi nyawa tunangannya dengan cara keji.

” Kami tidak lihat pembunuhan yang mulia, hanya saja kematian Fitri saat diperiksa sangat janggal dan pihak keluarga meminta untuk divisum dan rupanya pelakunya adalah temandekatnya sendiri . Dan anehnya, saat dilakukan pencarian korban Fitri saat dinyatakan hilang, si terdakwa ikut sibuk bersama – sama mencarinya dan berpura – pura tidak bersalah. Pencarian bersama dengan ibu korban dan terdakwa terlihat pura – pura sedih pada hal dia otak pelaku pembunuh si Fitri, ” jelas saksi.

Terdakwa Saleh yang didampingi kuasa hukumnnya Salmy, SH. Setelah Kedua saksi usai memberikan keterangan didepan majelis hakim. Terdakwa mengaku bahwa semua keterangan saksi benar semua.

” Keterangannya semua benar yang mulia, ” singkat Saleh

Sidang dalam agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh JPU, diketuai oleh majelis hakim Nurlely, SH dan Dua hakim anggota Erwin Hardian, SH.MH dan Harwansah, SH.MH dan sidang kembali digelar pada Kamis depan dengan agenda masih pemeriksaa saksi.

Ditemui usai persidangan salahseorang keluarga korban Fitri yang tak lain adalah Kepala Dusun, Rahmadi mengaku apa yang dilakukan oleh terdakwa yang menghabisi nyawa korban Fitriani sudah pasti pembunuhan berencana. Dan meminta kepada majelis hakim untuk menghukum seberta – beratnya kalau perlu hukuman mati. ” Sebelum korban dilamar besok, tetapi subuh harinya sudah ditemukan korban meninggal dalam kondisi tergantung dipohon cengkeh. Ini yang dilakukan terdakwa sudah melakukan perencanaan pembunuhan terhadap korban Fitri, ” uarnya

Sedangkan kedua terdakwa diacam pasal 340 dengan menyebutkan barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan ( moord ), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun

|Adji

Artikel ini telah dibaca 357 kali

Baca Lainnya