Hukrim

Sabtu, 11 Januari 2020 - 21:21 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Foto Ilsutarsi jagung yang siap panen.

Foto Ilsutarsi jagung yang siap panen.

Dinas Pertanian Provinsi Sulbar disebut – sebut Bertanggung Jawab Bantuan Bibit Jagung tahun 2019

MAMUJU TENGAH,pojokcelebes | Bantuan pemerintah pusat berupa bibit jagung melalui Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) tahun 2019, untuk dibeberapa wilayah kabupaten di Provinsi Sulbar, dikabarkan menuai sorotan. Salahsatunya bantuan yang tersalur di Kabupten Mamuju Tengah ( Mateng ), dimana menuai penolakan  kelompok tani ( Koptan ) dengan alasan bibit tersebut mati label dan bukan varietas yang dibutuhkan.

Berdasarakan penelusuran media ini, disalahsatu desa di Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ), memang ditemukan salahsatu Kelompok tani ( Poktan ) yang menerima bibit jagung varian Bima Uri di Desa Ponta Kayyang Kecamatan Budong – Budong. Dan bibit jagung bantuan itu hanya dibiarkan menumpuk disalahsatu tempat dan tidak ditanam oleh petani dikarenakan mati label. Akibatnya, bantuan tersebut terpaksa diperjual belikan sebagai kebutuhan campuran pakan ternak

Terkait hal ini, dihubungi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ), Muhammad Anwar membenarkan adanya bantuan bibit jagung dari pusat melalui dinas pertanian Provinsi Sulbar tahun 2019, ditolak oleh Kelompok tani ( Koptan ) di Kabupaten Mateng. Bahkan adanya penyaluran bantuan bibit jagung ini disejumlah Kecamatan di Kabupaten Mateng tidak diketahui oleh Dinas Pertanian Kabupaten Mateng

” Bantuan pusat ini sudah masuk pak, melalui Dinas Pertanian Provinsi bekerja sama dengan Dinas Kehutanan. Saya juga heran, kok tiba- tiba ada bibit jagung masuk tanpa sepengetahuan kami sebagai Dinas Pertanian Kabupten Mateng yang seharusnya tau kalau ada bantuan turun,”kata Anwar kepada pojokcelebes

Anwar menjelaskan, jauh sebelumnnya pihak calon penerima calon lokasi ( CPCL ) di Kabupaten Mamuju telah melakukan penolakan jika bantuan itu yang masuk varietas Bima 20 Uri dengan alasan tidak produktif dan tidak memberikan hasil yang maksimal oleh pera petani. Namun yang terjadi, benar adanya berdasarkan informasi yang diterima bahwa bantuan yang masuk adalah varian Bima 20 Uri. Bukan bibit jagung yang diminta oleh CPCL berdasarkan permohonan sebelumnya yakni varian Betras, Nasa, Vioner dan NK.

“Sejak 2017 – 2018 kan Bima Uri ternyata produksinya tidak bagus tidak normal dan tidak tumbuh serta tidak produktif. Dan 2019 petani sepakat meminta untuk mengganti varietas selain Bima Uri. Dan itu disetuji yakni varian Betras, Nasa, Vioner dan NK. Nah, kok bisa – bisanya varian Bima Uri yang disalurkan, ada apa ? jelas petani tidak mau ambil,”ujar Anwar

Anwar menyebutkan, sebanyak 703 Koptan atau CPCL di Kabupaten Mamuju Tengah yang terdata di Dinas Pertanian Kabupten Mamuju dengan luas lahan 25.008 hektar. Dan telah menyepakati Empat varietas tersebut selain varietas Bima Uri yang telah diketahui kualitasnya oleh petani jagung di Mateng.

” Tidak seenaknya kita mau minta bantuan kalau tidak punya dasar permintaan seperti CPCL dan luas lahan. Dan permintaan kami ini berdasarkan CPCL dan berdasarkan luas lahan. Dan ini sudah penuh dengan perhitungan oleh koordinator penyuluh pertanian kami, sehingga kami minta varietas lain selain varietas Bima Uri, ” jelasnya.

Terkait hal ini, kata dia, yang harus bertangung jawab adalah Dinas Pertanian Provinsi Sulbar karena selama ini adanya bantuan pemerintah pusat melalui dinas terkait turun di Kabupten Mamuju Tengah, tanpa sepengetahun dinas setempat. Bahkan kata dia, pihaknya mempertanyakan data Koptan yang menerima bibit jagung tersebut.

” Kami tidak tau data Koptan dari mana mereka ambil dan meraka mau tanam dimana?. Karena setahu saya, Mateng itu punya jumlah CPCL dan luas lahan yang ada di Dinas Pertanian Kabupten Mateng. Sementara ini, tidak pernah menerima laporan atau pemberitahuan jika akan ada bantuan bibit jagung masuk di Kabupaten Mateng. Dan Dinas Pertanian Provinsi Sulbar sebagai Satkernya harus turun kembali dong, cek langsung, jangan kami dibawakan persoalan masuk di Mateng, ” kesal Anwar

Seperti diketahui data Koptan di Kabupten Mamuju Tengah yang menerima bantuna bibit jagung varian Bima Uri diketahui ada Tujuh Koptan yang menerima, diantaranya Poktan Pontana Kayyang Indah di Desa Pontana Kayyang Kecamatan Budong – Budong. Poktan Rimba Lestari Desa Kambunong Kecamatan Karossa. Poktan Sumber Damai Desa Karossa Kecamatan Karossa. Poktan Salubarana Abadi Desa Lara Kecamatan Karossa. Poktan Sanjango Indah Desa Sanjango Kecamatan Karossa. Poktan Kayu Indah Desa Tasokko Kecamatan Karossa. Poktan Rimba Raya Desa Tasokko Kecamatan Karossa.

Kembali dikonfirmasi PPK di Dinas Pertanian Provinsi atas nama Adnan, beberapa kali media ini mendatangi kantor Dinas Pertanian Prvinsi, Kabid Adnan, sangat jarang dan sulit dijumpai dengan alasan stfanya diluar kantor bahkan tidak jarang menyebutkan ikut perjalanan dinas. Sementara dihubungi dikontak telepon pribadinya dengan nomor 082344719xxx, masuk namun tidak diangkat. Kembali dihubungi melalui pesan singkat SMS masuk namun tidak satupun dibalas.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 644 kali

Baca Lainnya