Politik

Sabtu, 11 Januari 2020 - 22:24 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Wakil Ketua Komisi II DPRD Prov.Sulbar, Hatta Kainang.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Prov.Sulbar, Hatta Kainang.

Komisi II Hatta Kainang : Penting Ditindak Lanjuti Soal Penolakan Bibit Jagung

MAMUJU,pojokcelebes | Soal bantuan bibit jagung dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) dibeberapa kabupaten di Provinsi Sulbar, yang dikabarkan ada penolakan oleh Kelompok tani ( Koptan ) khsusnya di Kabupten Mamuju Tengah ( Mateng ) . Mendapat kritikan pedas dari anggota DPRD Provinsi Sulbar.

Salahsatunya sorotan dari Wakil ketua Komisi II DPRD Provinsi Sulbar, Hatta Kainang. Dia mengatakan, terkait adanya penolakan bibit bantuan bibit jagung varietas Bima Uri oleh Koptan khususnya di Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ). Kata dia, seharusnya pihak dinas terkait harus benar – benar melihat kebutuhan setiap Koptan tentang varietas apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh petani. Bukan hanya menyalurkan bantua yang tidak sesuai dengan permintaan para petani sehingga ujung – ujungnya ditolak.

“Dinas Pertanian Provinsi Sulbar, harus punya data terkait keinginan petani tentang varietas apa yang dibutuhkan serta data kontur tanah termasuk calon penerima dan calon lahan (CPCL ). Kalau tidak ada dikantongi ini, jangan dipaksakan untuk disalurkan. Ini penting disikapi secara serius, mengingat jagung adalah komuditas unggulan petani di Sulbar dan ini fakta bahwa jagung bisa menopang ekonomi setiap petani, “kata Hatta kepada pojokcekebes.com

Masih politisi NasDem itu mengaku, terkait adanya penolakan petani seharusnya pihak Dinas Pertanian Provinsi Sulbar tidak melihat begitu saja keluhan para petani soal penolakan bibit jagung dan seharusnya ambil sikap. Lanjut dia katakan, sesuai dengan fungsi pengawasan di DPRD Provinsi Sulbar, bahwa Komisi II akan terus menindak lanjutinya. Mengingat tanaman jagung adalah primadona petani setelah sawit dan kakao.

” ini harus disikapi secara serius jangan dianggap enteng dan mudah. Dinas Pertanian harus pro aktif menjalankan bantuan pemrintah pusat dan gharus tepat sasaran. Dan tentu sebagai mitra kerja, hal ini akan kami awasi sesuai fungsi pengawasan. Saya selaku wakil ketua Komisi Dua, bahwa jagung adalah primadona petani Sulbar setelah tanaman sawit dan kakao. Soal bibit yang tidak sesuai varietas, ini penting ditindak lanjuti, ” tegas Hatta Kainan.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 385 kali

Baca Lainnya