Hukrim

Selasa, 14 Januari 2020 - 23:32 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Saksi verbalisan memberikan keterangannya di hadapan hakim PN Mamuju dalam sidang perkara dugaan penimbunan BBM.

Saksi verbalisan memberikan keterangannya di hadapan hakim PN Mamuju dalam sidang perkara dugaan penimbunan BBM.

Terdakwa sebut Keterangan BAP Dihilangkan, Hakim Hadirkan Saksi Verbalisan

MAMUJU TENGAH,pojokcelebes | Lanjutan sidang perkara dugaan penimbun BBM di Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ) dengan terdakwa Ansari Latif alias Brekele. Kembali dilanjutkan di persidangan Pengadilan Negeri ( PN ) Mamuju. Dalam pemeriksaan saksi penyidik Kepolisian ( Verbalisan ) yang dihadirkan oleh Majelis Hakim. Terdakwa Brekele membantah beberapa poin hasil BAP penyidik yang menurut terdakwa dinilai merugikan dirinya.

Dihadapan majelis hakim, terdakwa mengakui bahwa beberapa poin dalam BAP penyidik ada yang dihilangkan. Lebih jelas kata Brekele, bahwa yang memeriksa awalnya adalah penyidik atas nama Yusuf dan bukan Ipda Japaruddin yang saat ini hadir sebagai saksi. Dan hasil pemeriksaan BAP sebelumnya sempat didokumentasikan untuk dijadikan bukti dimana ada beberapa poin keteranganya yang dihilangkan

” Awal pemeriksaan, yang memeriksa saya adalah pak Yusuf bukan pak Japaruddin, anehnya ada beberapa poin keterangan saya yang dihilangkan penyidik. Makanya saya heran kenapa bukan pak Yusuf yang dihadirkan bukan pak Japaruddin, ” kata Brekele

Lebih lanjut Brekele menjelaskan, dihadapan majelis hakim mengaku, bahwa persoalan awal adalah adanya keributan di SPBU Karossa dan bukan kasus penimbunan BBM seperti yang didakwakan dan sangat jelas sekali bahwa saat itu dirinya tidak sedang mengisi BBM.

” Ini pasti tidak nyambung yang mulia, karena malam itu yang amankan saya adalah anggota Polsek Karossa hanya persoalan keributan di SPBU malam itu, kok tiba – tiba saya langsung digiring ke penimbunan BBM. Bahkan dikuatkan keterangan saksi Polisi yang tak lain anggota Polsek Karossa, yang mengaku bahwa kasus ini perkelahian, dan dirinya tidak tau soal penimbunan BBM “ujar Brekele yang mempertanyakan hasil BAP penyidik Polisi yang tidak profesional

Masih terdakwa yang didampingi penasehat hukumnnya Irwin, SH, penandatangan BAP yang sudah rampung juga dipertanyakan oleh terdakwa Brekele, yang penandatanganannya disedorkan dalam ruang tahanan yang seharusnya diparaf diruangan penyidik.

” Coba bayangkan bahwa BAP yang sudah dibundel waktu itu, Kendati saya paraf didalam tahanan. kalau tidak peracaya tanya mi anggota ta, termasuk keterangan sehat bahwa saya tidak pernah diperiksa kesehatan di Polres padahal lama saya sakit, ” ujarnya

Sedangkan keterangan saksi verbalisan Ipda Japaruddin, setelah ditanya oleh majelis hakim dan JPU Syamsul Alam, SH.MH mengaku bahwa dalam BAP itu dikorek dari keterangan terdakwa dan saksi dan memang diakui bahwa saat dilakukan BAP terhadap terdakwa yang mengetik BAP adalah Yusuf namun selau didampingi. Selain itu kata Japaruddin, bahwa dalam melakukan BAP dilakukan sebanyak Tiga kali dan pernah juga melakukan BAP tambahan. Selain itu kata dia, untuk menetapakan tersangka sebelumnya dilakukan BAP saksi dan dilanjutkan dengan gelar perkara yang didukung barang bukti yang ada. Selain itu kata dia, kasus ini disidik berdasarkan hasil BAP dari Polsek Karossa.

“saya tidak tau soal ini, karena LP nya yang kami terima dari Polsek Karossa adalah penimbunan BBM bukan kasus perkelahian. Saya tentu salah, jika LP ini saya rubah, karena memang LP dari Polsek Karossa, ” jelasnya.

Seperti diketahui sidang dipimpin langsung ketua majelis hakim Herianto, SH.MH dan Dua wakil anggota Andi Adha, SH dan David, SH.MH. Sidang kembali digelar pada Senin depan dengan agenda tuntutan terdakwa.

| Adji

Artikel ini telah dibaca 2073 kali

Baca Lainnya