Hukrim

Jumat, 17 Januari 2020 - 07:40 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Sabannur bersaksi di hadapan mejelis dalam sidang perkara pembunuhan di Desa Tasokko Karossa.

Sabannur bersaksi di hadapan mejelis dalam sidang perkara pembunuhan di Desa Tasokko Karossa.

Saksi sebut Ada Percakapan SMS Korban dengan Terdakwa

MAMUJU TENGAH,pojokcelebes | Sidang pembunuhan kembali digelar di pengadilan negeri (PN ) Mamuju. Kamis (16/1). Kali ini, Jaksa Penuntut Umum ( JPU ), Syamsul Alam, SH,MH menghadirkan salahseorang saksi yang tak lain sepupu dari terdakwa Sabannur.

Saksi Sabannur yang dicecar pertanyaan baik majelis hakim, maupun JPU dan penasehat hukum ( PH ), menyebutkan bahwa kematian korban memang dilakukan oleh pacarnya sendiri yakni terdakwa Saleh dengan menggunakan tali jemuran milik Lilis Salon. Kata dia, dirinya juga mengetahui bahwa ada percakapan Short Message Service ( SMS ) yang dkirim korban Fitri ke handphone pribadi milik terdakwa Saleh. Selain itu, setelah dinyatakan Fitri menghilang lalu ditemukan warga tergantung diatas pohon cingkeh. Saksi mengaku menelpon terdakwa untuk ketemu selanjutnya mengantarnya ke kantor polisi, meskipun belum diketahui sebenarnya siapa pelaku yang menghabisi nyawa korban.

” Waktu itu, saya belum tau pasti bahwa terdakwa Saleh pelaku pembunuhnya yang mulia. Saya hanya mengetahui percakapan keduanya dimana Fitri mengirim SMS ke terdakwa yang diperlihatkan terdakwa ke saya yang Mulia. Karena jangan sampai diamuk massa, terpaksa saya langsung bawa dia ke kantor Polisi,” kata Sabannur dihadapan majelis hakim.

Seperti diketahui sebelumnnya, kasus pembunuhan yang mengakibatkan tewasnya salahseorang wanita atas nama Fitri tanggal 23 Juni 2019 di Desa Tasokko Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah di Kecamatan Karossa Kabapaten Mamuju, yang ditemukan warga tergantung diatas pohon cingkeh dengan seutas tali jemuran. Berdasarakan bukti dan keterangan sejumlah saksi, bahwa pelakunya adalah teman dekatnya sendiri ( Pacar ) yang kini sudah duduk dikursi pesakitan PN Mamuju. Atas perbuatan yang dilakukan, terdakawa terancam hukuman mati.

Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi di ketuai oleh majelis hakim Nurlely, SH dan dua hakim anggota Erwin Ardian, SH.MH serta Harwansyah, SH.MH. Sidang kembali dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda yang sama pemeriksaan saksi.

Terpantau media ini, sidang pembunuhan kali ini dijaga ketat oleh Kepolisian. Nampak bagian belakang gedung PN dekat dengan tahanan sejumlah Polisi yang berpakian preman nampak berjaga – jaga. Tidak hanya itu, diruangan sidang sejumlah Polisi juga napak berdiri diruangan pengunjung hingga di pintu masuk ruang sidang.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 47 kali

Baca Lainnya