Hukrim

Jumat, 31 Januari 2020 - 11:21 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Sabannur bersaksi di hadapan mejelis dalam sidang perkara pembunuhan di Desa Tasokko Karossa.

Sabannur bersaksi di hadapan mejelis dalam sidang perkara pembunuhan di Desa Tasokko Karossa.

Habisi Nyawa Pacarnya, Terdakwa Saleh Dituntut 15 tahun Penjara

MAMUJU TENGAH,pojokcelebes | Seorang pemuda atas nama Saleh, yang menjadi terdakwa pembunuhan terhadap kekasihnya sendiri Fitriani alias Fitri, dituntut 15 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum ( JPU ) pada pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Mamuju. Kamis (30/1).

Dalam pembacaan tuntutan oleh JPU, Syamsul Alam, SH.MH dengan jelas menyebutkan bahwa terdakwa Saleh telah terbukti bersalah dengan melanggar pasal 338 KUHP. Dalam pasal tersebut disebutkan, barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, karena bersalah telah melakukan “pembunuhan” dipidana dengan pidana penjara selama – lamanya 15 tahun dan minimal Tujuh tahun penjara.

” Tindak pidana pembunuhan merupakan kejahatan terhadap nyawa olenya itu terdakwa dituntut 15 tahun penjara minimal 7 tahun, ” jelas JPU Syamsul

Terhadap tuntutan pidana oleh JPU tehadap terdakwa. Penasehat hukum ( PH ), Junjung S. Timbongan, SH menilai, bahwa tuntutan JPU terhadap kliennya sangat berat. Kata dia, dalam fakta persidangan terdakwa Saleh, semuanya diakui diriya yang menghabisi nyawa korban. Selain itu kata Junjung, bahwa terjadi pembunuhan akibat didasari dengan kekesalan terdakwa Saleh, yang mendapat pesan singkat dan menyakitkan dari korban dengan menyebutkan soal kehamilan korban. Namun kata dia, atas semua tuntutan JPU tetap dikembalikan pada majelis hakim dalam pertimbangannya.

” Tuntutan pidananya sangat berat terhadap klien kami. Klien kami sangat dalam fakta persindangan bahwa diakui dia yang melakukan pembunuhan. Dan terdakwa kecewa mendapat sms dari Tapi, nanti kami tuangkan dalam nota pembelaan kami pada pembacaan peledoi Kamis depan, ” singkat Junjung.

Sidang yang diketuai oleh majelis hakim, Nurlely SH dan Dua hakim anggota Erwin Ardian, SH.MH dan Harwansyah, SH.MH. Dan sidang kembali digelar kamis depan dengan agenda pembacaan pledoi oleh PH terdakwa.

Seperti dikabrakan, tewasnya korban Fitriani alias Fitri, yang ditemukan tergantung di pohon cengkeh, tanggal 23 Juni 2019 di Desa Tasokko Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah. Dilakukan oleh terdakwa Saleh yang tak lain kekasihnya sendiri. Kala itu, terdakwa setelah menghabisi nyawa korban Fitriani, terdakwa Saleh bersuha menghilangkan jejak kejadian yang dialami dengan menggantung korban di pohon cengkeh dengan seutas tali jemuran.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 442 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya