Hukrim

Sabtu, 15 Februari 2020 - 18:17 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Areal Lahan Sawit PT. Mamuan, Diduduki Pemilik Lahan

PASANGKAYU,pojokcelebes | Soal lahan sawit yang diklaim beberapa warga Tikke dan Martasari Kabupaten Pasangkayu, sebagai miliknya sejak 15 tahun silam. Sabtu pagi (15/2), Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Dua desa itu kembali membuat aksi dengan cara memaksa menduduki lahan sawit yang masih dalam penguasaan PT. Mamuan.

Dikutip dari laman menit7.com. Aksi yang dilakukan oleh warga setempat dinilai bukan tanpa alasan. Salahsatunya adalah merasa dirugikan karena lahan tersebut dirampas secara paksa oleh pihak perusahaan tanpa alasan yang jelas.

I Nenga Lodra,  salah seorang peserta aksi yang mengaku juga pemilik lahan mengatakan pihaknya melakukan aksi menduduki lahan karena merasa bahwa lahan yang kini menjadi kebun sawit adalah miliknya yang diduga dirampas perusahaan 15 tahun lalu.

” Ini hak kami, milik kami dan wajar kami ambil. Sejak 15 tahun lalu, hak kami diambil secara paksa dan kala itu kami tidak berdaya apa yang dilakukan oleh pihak perusahaan,” ungkap Nega

Inenga mengaku, waktu ditangkap oleh polisi dan ditahan kemudian lahannya diambil paksa.

“saya tetap bersama dengan teman – teman korban lainnya terus berjuang  untuk mendapatkan kembali hak-hak kami”.  Harap I Nenga Lodra.

Sementara itu,  Pihak PT. Mamuan yang hendak dikonfirmasi dikantorya. Sabtu (15/2)  tidak bisa ditemui. Menurut kepala Sakuritynya Andi Arif dan Moh Haeril, mengaku  tidak ada pimpinan perusahaan yang bisa ditemui karena berlibur, salahsatu humas perusahaan.

“Pimpinan prusahaan tidak ada pak, termasuk humasnya. Kami ini hanya bawahan disini pak tidak bisa berbuat banyak”. Jelas Andi Arif.

Soal sengketa lahan itu, rupanya Gubernur Sulbar,  Ali Baal Masdar, telah menerbitkan surat rekomendasi dengan nomor. 2100/2609/2019. Dalam surat rekomendasi itu, memerintahkan Kepala Kantor Wilayah  BPN Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan pengembalian batas atau pengukuran ulang terhadap hak guna usaha ( HGU )  nomor 1 Martajaya atas nama PT.  Mamuan. Namun surat itu belum membuahkan hasil atas apa yang diperintahkan oleh orang nomor Satu di Sulbar itu. |Adji

Artikel ini telah dibaca 427 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya