Advertorial

Minggu, 16 Februari 2020 - 22:47 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Proyek jembatan gantung sejak tahun 2017 di Dusun Lumiko Desa Banuanda, tiangnya mirip tugu.

Proyek jembatan gantung sejak tahun 2017 di Dusun Lumiko Desa Banuanda, tiangnya mirip tugu.

Proyek Jembatan Gantung yang Tergantung Pembangunannya

MAMUJU,pojokcelebes | Harapan masyarakat dari Tiga desa yakni Desa Kinatan, Desa Banuanda dan Desa Buttuada Kecamatan Bonehau Kabupaten Mamuju, agar pemerintah Kabupaten Mamuju, terketuk pintu hatinya bisa kembali mengalokasikan anggaran untuk kelanjutan pembangunan jembatan gantung di Dusun Lumiko Desa Banuanda, yang hingga kini tidak jelas kelanjutannya.

Kepala Desa Banuada, Paipinan Tikirik kepada pojokcelebes.com mengatakan, bahwa keberadaan tiang jembatan gantung tertancap di desanya sudah cukup lama sejak tahun 2017 dengan menggunakan APBD. Seperti diketahui kata dia, sejak tahun 2017, keberadaan tiang jembatan gantung masyarakat sangat senang, dan bersyukur tidak lama lagi akan memiliki jembatan gantung meskipun tidak permanen. Namun harapan itu sirna, ketika sampai saat ini tiang jembatan yang terpancang di Kedua sisi sungai, kini menjadi barang pajangan yang mirip dengan tugu.

” Buat apa bangun tiang jembatan kalau tidak dilanjutkan, masyarakat saya sudah sangat berharap keberadaan jembatan gantung ini, kasian warga selalu masih menyeberangi sungai jika ingin ke desa tetangga. Saya kira, Pemda Mamuju bisa kembali mengalokasikan anggaran untuk kelanjutan pembangunan jembatan gantung ini, ” kata Paipinan. Sabtu (15/2)

Menurut Paipinan, jembatan ini tiannya di bangun tahun 2017 dengan bentangan 72 meter. Tujuan pembangunan jembatan ini untuk mempermuda akses mengangkut hasil bumi petani dari kebun, seperti coklat, padi, jagun, nilam, durian, lansat dan rambutan.

Selain itu kata Kades, jika jembatan gantung ini difungsikan, dipastikan akan menghubungkan Desa Kinatang dan wilayah Desa Buttuada. Bahkan kata dia, jarak tempu masyarakat sangat dekat. Namun yang terjadi sampai saat ini, masyarakat setempat masih melakukan cara – cara lama dengan menyeberangi sungai dengan memakai perahu dan jalan kaki.

” sebenarnya sudah ada korban jiwa pak, tiba – tiba hanyut terbawa arus air sungai, karena di saat menyeberang tiba – tiba arus air deras naik dari hulu. Maka dari itu untuk menghindari korban selanjutnya kami sangat berharap kepada pemerintah agar jembatan gantun di Dusun Lumiko dapat di bangun kembali, ” pungkasnya. |Zul

Artikel ini telah dibaca 120 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya