Hukrim

Kamis, 27 Februari 2020 - 22:22 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Badan jalan poros Mamasa hampir tertup dengan lumpur para penambang jika musim hujan. (foto Polres Mamasa )

Badan jalan poros Mamasa hampir tertup dengan lumpur para penambang jika musim hujan. (foto Polres Mamasa )

Tambang Galian C Mamasa Ditertibkan Polisi, sebagian Penambang Belum Kantongi IUP

MAMASA,pojokcelebes | Soal aktivitas pertambangan galian C, tepatnya dijalur jalan poros Mamasa Salubue Kabupaten Mamasa, yang menjadi sorotan sejumlah aktivis peduli lingkungan di Kabupaten Mamasa. Akhirnya, mendapat perhatian serius dari Polres Mamasa. Senin kemarin ( 24/2 ), anggota Polres langsung melakukan penertiban terhadap pelaku penambang yang tidak mengantongi izin.

Kapolres Mamasa, AKBP Indra Widyatmoko kepada pojokcelebes.com mengatakan, terkait adanya aktivitas tambang galian C yang berdekatan dengan jalan poros Mamasa. Pihaknya baru – baru ini, sudah melakukan kegiatan sosialisasi, pendataan dan sekaligus penertiban.

Indra yang masih terbilang baru di Kabupaten Mamasa sebagai Kapolres menyebutkan, dari hasil pendataan oleh anggotanya diketahui sejumlah pelaku penambang sudah sebagian ada yang mengantongi izin usaha pertambangan ( IUP ). Sementara lainnya, ada yang ditemukan pelaku penambang belum mengantongi IUP. Kata dia, bagi kelompok warga yang aktif melakukan aktivitasnya yang belum memiliki IUP terpaksa polisi harus menghentikan dan sekaligus memberikan pemahaman soal bahaya dan acaman dampak tambang galian C jika lingkungan rusak.

” Dari kemarin kami sudah tertibkan bagi penambang yang tidak mengantongi IUP sekaligis mendata dan memberikan pemahaman soal dampak tambang jika lingkungan sudah rusak. Sementara kelompok penambang yang mengantongi IUP tetap jalan namun tetap diberikan pemahaman agar selalu memperhatikan lingkungan. Kami berharap bagi kelompok warga yang tidak mengantongi izin agar tidak lagi melakukan aktivitasnya jika tidak ingin berurusan dengan hukum, ” tegas Indra yang belum lama jabat Kapolres Mamasa.

Masih dia, bagi kelompok penambang yang melakukan aktivitasnya dengan cara manual menggunakan martil memecahkan batu, pihaknya minta agar selalu memperhatian lingkungan seperti material yang sering menutupi badan jalan jika musim penghujan.

” Ada beberapa kelompok masyarakat yang mencari hidup dengan menjual krikil mengumpulkan batu dengan memakai karung. Dan kelompok ini memecahkan batu bukan memakai mesin tetapi dengan cara manual dengan memakai martil dan ini kami tetap memantau aktivitasnya, apalagi mereka mencari hidup hasil dari penjualan krikil, ” pungkasnya. |Adji

Artikel ini telah dibaca 2300 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya