Hukrim

Senin, 2 Maret 2020 - 22:14 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Kasi Datun Kajari Mamasa, Zaki, SH

Kasi Datun Kajari Mamasa, Zaki, SH

Randis Ditangan Mantan Ketua DPRD Mamasa, Jaksa sebut Masuk Perbuatan Melawan Hukum

MAMASA,pojokcelebes | Soal Tiga unit kendaraan dinas ( Randis ) yang masih dikuasai mantan ketua DPRD Kabupaten Mamasa, atas nama Muhammadiyah Mansyur. Pihak Kejaksaan Negeri Mamasa akan melakukan tindakan tegas

Kejaksaan Negeri Mamasa lewat Kasi Perdata dan tata usaha negara ( TUN ), M. Zaki Mubarak mengatakan soal Randis yang masih dikuasai oleh mantan jauh sebelumnnya sudah pernah melayankan surat sebanyak Tiga kali. Namun kata dia, surat tersebut dibalas dengan saurat sakit.

” kita sudah cukup melakukan upaya persuasif. Bayangkan sudah kali kami panggil mantan ketua DPRD Kabupaten Mamasa namun panggilan tersebut tidak diindahkan oleh yang bersangkutan. Hanya surat panggilan kami dibalas dengan surat pribadi Muhammadiyah Mansyur yang menyebut dirinya sedang sakit.” kata Zaki

Seperti diketahui, adanya surat panggilan Kajri Mamasa itu tidak lain untuk menindak lanjuti temuan BPK RI Perwakilan Sulbar. Dimana disebutkan masih ada Tiga Randis yang belum dikembalikan.

” Surat panggilan Kejari tersebut terkait dengan adanya temuan BPK dimana masih ada kendaraan dinas berupa Tiga unit kendaraan roda empat berupa mobil Pajero 2016, Nissan Extrail 2015 dan mobil Innova yang belum dikembalikan oleh mantan ketua DPRD kepada Pemda Mamasa.” sebut Kasi Tun itu

Zaki berharap, karena ini juga menjadi pantauan KPK RI meminta kepada yang bersangkutan kooperatif mengemabliakn aset Pemda Mamasa itu.

“Saya meminta kepada mantan ketua DPRD agar secara suka rela mengembalikan ketiga randis tersebut kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa.” pintanya

Zaki menambahkan, bahwa perdasarkan temuan BPK yang dilaporkan, ada Empat unit Randis yang sempat dikuasai oleh mantan ketua DPRD tetapi yang satu unit telah berhasil dipulihkan yaitu satu unit mobil avanza.

Ditanya terkait langkah-langkah Kejari selanjutnya, Zaki mengatakan, pihaknya akan mendatangi langsung kediaman mantan ketua DPRD tersebut. Jika upaya perdata ini mentok maka instrumen perdata berpotensi dialihkan ke instrumen pidana.

“jika sudah instrumen pidana maka kejaksaan akan melakukan penyelidikan” terang Zaki. | Rus/Leo

Artikel ini telah dibaca 2301 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya