Hukrim

Senin, 2 Maret 2020 - 12:28 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Foto korban yang mengaku dirugikan.

Foto korban yang mengaku dirugikan.

Warga Takosang Mengaku Dirugikan Pihak UUP PLN

MAMUJU,pojokcelebes | Seorang warga Dusun Takosang Selatan Desa Bunde Kecamatan Sampaga Kabupaten Mamuju, Herman mengaku sangat dirugikan oleh pihak unit pelaksana proyek ( UPP ) PLN cabang Sulbar.

Pasalnya, hingga saat ini pihak PLN belum bisa menuntaskan pembayaran ganti rugi atau kompensasi tanaman yang ditebang yang dilalui jaringan saluran udara ekstra tinggi ( SUTET ).

Menurut Herman selaku pemilik lahan di Dusun Takosang Selatan, Desa Bunde bahwa pendataan awal yang dilakukan oleh pihkan PLN tidak akurat dan tidak transfaran dengan pemilik pohon. Lanjut kata dia, jika pendataannya jelas pasti tidak menuai polemik warga.

“iya berkeyakinan, bahwa proses pendataan awal tidak akurat sebelumnya yang di laksanakan oleh pihak PLN. Sehingga menyisahkan persoalan oleh pemilik pohon,” Tuturnya Sabtu 29/02/2020

Dia menjelaskan, aturan penebangan pohon milik warga yang dilakukan oleh pihak PLN adalah ditebang dulu lalu dihitung, yang sebenarnya dihitung dulu lalu ditebang.

” Karna tanaman di tebang dulu baru di hitung, jadi di saat PLN menghitungnya ada tanaman yang tidak terhitung karena tidak terlihat batang pohon tanaman yang tertimpa serta tertimbun dedaunan dan tangkai yang begitu tebal.” Sebutnya.

Terkait ini, untuk tidak ada yang dirugikan dan tidak ada saling mencurigai. Kata dia, diminta pihak PLN harus datang ulang menghitung berapa jumlah pohon yang ditebang.

” ya tentu kami meminta agar ada proses hitung ulang, sebagai bentuk transparansi sehingga tidak menyisakan permasalahan seperti sekarang ini.” Pinta Herman.

Ditempat terpisah Kepala Desa Bunde, Bondan mengakui memang ada warganya yang mempertanyakan dan mengkalain soal hasil penghitugan tanamannya yang di lalui jaringan SUTET. Dan kata dia, meminta kepada pihak PLN agar mencari solusi agar tidak ada yang dirugikan.

” karna pak Herman merasa masih ada tanamannya yang belum masuk hitungan oleh pihak PLN, dan ada selisih dari pihak PLN dengan pak Herman. Kami sebagai pemerintah desa agar bisa mencari solusi biar tidak ada yang dirugikan,” sebutnya.

Saat media ini mencoba melakukan upaya konformasi kepada manager unit pelaksana proyek ( UPP ) PLN Sulbar, Mahmud, belum bisa memberikan keterangan.

Fadli Baihaqi, salahseorang security UPP PLN mengakui manager UPP PLN masih  sementara rapat bersama staf.

” bapak masih rapat belum  bisa ditemui karena bos lagi rapat,” singkatnya.|Adji

Artikel ini telah dibaca 126 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya