Hukrim

Kamis, 5 Maret 2020 - 20:16 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Suasana sidang di pengadilan Tipikor Mamuju. dengan agenda pembacaan putusan Dua terdakwa korupsi pengadaan benih di Kabupaten Pasangkayu.

Suasana sidang di pengadilan Tipikor Mamuju. dengan agenda pembacaan putusan Dua terdakwa korupsi pengadaan benih di Kabupaten Pasangkayu.

Dua Terdakwa Korupsi Pengadaan Benih Padi Pasangkayu Divonis Berbeda

PASANGKAYU,pojokcelebes | Meskipun belum inkrah, Dua terdakawa perkara Korupsi pengadaan bantuan budidaya benih padi produktivitas ( Intensifikasi ) dan benih padi perluasan ( Ekstensifikasi ) program tanam jajar legowo di Kabupaten Pasangkayu pada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulbar tahun 2016 dengan kerugian negara kurang lebih 500 juta. Terdakwa Wawan Gunanwan dan Alwi divonis bersalah oleh majelis hakim Tipikor pada Pengadilan Negeri ( PN ) Mamuju dengan putusan berbeda.

Berdasarkan pembacaan momori putusan oleh majelis hakim Tipikor yang di ketuai oleh Herianto, SH, MH dan Dua Hakim anggota Irawan Ismail, SH, MH dengan Yudikasi Waruwu, SH, MH. Terdakwa Wawan Gunawan divonis bersalah selama Tiga tahun Delapan bulan, denda 200 juta subsider 2 bulan dan pengembalian kerugian negara 472 juta rupiah subsider Enam bulan. Sedangkan terdakwa Alwi hanya dijatuhi Dua tahun Enam Bulan kurungan badan dan denda 20 juta rupiah.

Kedua tersangka ini mendapat vonis lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut yang dibacakan sebelumnnya. Dimana terdakwa Wawan Gunawan, dituntut Enam tahun penjara dan denda 200 juta serta subsider 8 bulan kurungan penjara. Sedangan mantan Kasi Pangan di Dinas Pertanian Pasangkayu, Alwi mendapat tuntutan pidana selama 5 tahun penjara denda 200 juta subsider 4 Bulan kurungan badan.

Usai pembacaan putusan, Kedua terdakwa yang masing – masing didampingi kuasa hukumnnya Nasrun, SH dan Julianto Asis, SH. Atas putusan yang didapatkan oleh kliennya, keduanya sepakat masih mengaku pikir – pikir dengan waktu Tujuh hari kedepan.

” Kami belum tentukan sikap, apakah kami akan melakukan upaya hukum alias banding atau tidak. Kami masih pikir – pikir dulu ya, ” singkat Nasrun, saat ditemui usai pembacaan putusan.

Senada dengan Jaksa penuntut umum, Imam MS. Sidabutar yang juga sebagai Kajari Pasangkayu bersama dengan Fauzi, SH, kepada pojokcelebes juga mengaku masih pikir – pikir berdasarkan waktu yang diberikan oleh majelis hakim.

” Atas putusan Kedua terdakwa, kami juga masih pikir – pikir. Apakah kami akan melakukan upaya hukum atau tidak, tunggu saja ya kan masih ada waktu Tujuh hari kedepan untuk menentukan sikap, ” kata Imam.

Pantauan pojokcelebes. Sidang pembacaan putusan dijaga oleh pihak Kepolisian setempat. Kedua terdakwa yang mengikuti dan mendengar pembacaan memori putusan yang dibacakan oleh majelis hakim disaksikan langsung oleh keluarga besar Kedua terdakwa. |Adji

Artikel ini telah dibaca 422 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya