Hukrim

Kamis, 5 Maret 2020 - 19:05 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Kedua tersangka menggunakan rompi orange turun dari  lantai Dua ruangan pemeriksaan jaksa penyidik Kejati Sulbar.

Kedua tersangka menggunakan rompi orange turun dari lantai Dua ruangan pemeriksaan jaksa penyidik Kejati Sulbar.

Kejati Sulbar Tetapkan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan Urekang – Salutambung

MAJENE, pojokcelebes | Proyek peningkatan jalan Salutambung – Urekan Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene tahun 2018 yang melekat di Dinas PUPR Provinsi Sulbar. Akhirnya memakan tumbal dengan menetapkan Dua orang tersangka yakni isnisial RB selaku direktur Cabang PT Samarinda Perkasa Abadi, bersama tersangka inisial MI. Keduanya, Kamis siang ( 5/3 ) langsung dilakukan panahanan setelah dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

Penkum Kajati Sulbar, Amiruddin, SH. MH membenarkan Kedua tersangka diduga Korupsi itu sudah dilakukan penahanan oleh jaksa penyidik Kejati Sulbar. Dia menyebutkan, Kedua tersangka diduga telah menyelahgunakan uang muka untuk kepentingan pribadi pada proyek Peningkatan Jalan Ruas Salutambung – Urekang Kabupaten Majene tahun 2018 yang melekat pada Dinas PUPR Provinsi SUlawesi Barat sebesar kurang lebih 1,5 Miliar.

” Berdasarkan T-2 Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Barat Nomor : PRINT- 117 / P.6.5/ Fd.2/ 03/ 2020 tanggal 05 Maret 2020 terhitung mulai tanggal 5 Maret 2020 di Rutan Kelas IIB Mamuju, Kedua tersangka ditahan selama 20 kedeapan, ” kata Amiruddin kepada pojokcelebes.com.

Menurut Amiruddin, Kedua tersangka asal Polman itu diduga menggunakan uang muka untuk kepentingan pribadinya yang seharusnya uang muka tersebut harus sesuai dengan rencana penggunaan dana digunakan untuk membiayai mobilisasi peralatan, personil, pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok bahan atau material dan persiapan tekhnis lainnya, yang hal tersebut bertentangan dengan ketentuan Pasal 88 ayat (1),(2),(3) Perpres No. 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang mengakibatkan kerugian keuangan negara atau daerah.

Kata dia, keduanya dijerat dengan pasal 2 ayat (1) subs Pasal 3 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP

” Perkara Pidana Korupsi dalam Penyalahgunaan uang muka pada proyek Peningkatan jalan ruas Salutambung – Urekang Kabupaten Majene tahun 2018 pada Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Barat. Berkas perkaranya masih dalam proses penyidikan oleh jaksa penyidik. Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap diterbirkan P – 21 selanjutnya diserah terimakan tersangka dan BB, lalu dilanjutkan ke tingkat Penuntutan, ” pungkasnya. |Adji

Artikel ini telah dibaca 7 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya