Advertorial

Minggu, 8 Maret 2020 - 09:04 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Ketua Amsi Sulbar Anhar bersama komisioner KPU Pasangkayu dan PPK.

Ketua Amsi Sulbar Anhar bersama komisioner KPU Pasangkayu dan PPK.

60 PPK Pasangkayu Ikuti Orientasi Tugas, Ketua AMSI Minta Penyelenggara Paham Ragam Dis dan Mis Informasi

PASANGKAYU,pojokcelebes | Untuk bisa menjalankan tugas dan fungsi panitia pemilihan kecamatan ( PPK ) dengan baik dalam mengikuti setiap tahapan Pilkda Kabupaten Pasangkayu tahun ini ( 2020 ). KPU Kabupaten Pasangkayu, menggelar orentasi tugas. Sedikitnya 60 orang PPK mengikuti orientasi tugas yang dilaksanakan di salahsatu hotel ternama di Kabupaten Pasangku.

Ketua KPU Pasangkayu Syahran Ahmad menyampaikan, bahwa pelaksanaan orientasi tugas bagi PPK merupakan upaya memberikan pemahaman awal mengenai dimensi tugas PPK.
Menurut Dia, bahwa seorang PPK tidak saja dituntut memahami aturan teknis tahapan penyelenggaraan, tetapi juga mampu memahami filosofi dan asas pemilu dengan baik sehingga seorang PPK tidak seperti robot yang bekerja mengikuti petunjuk teknis semata tetapi mampu mengerahkan potensi yang dimilikinya saat menghadapi persoalan yang mungkin dihadapi selama tahapan.

“Orientasi tugas ini diharapkan mampu memupus kecemasan dilingkungan kerja yang baru, sehingga potensi diri seorang anggota PPK dapat dimaksimalkan selama menjalankan tahapan Pilkada Pasangkayu. Setelah selesai pelaksanaan orientasi ini, semua anggota PPK Pasangkayu telah memiliki bekal mumpuni untuk menjalankan tugas – tugasnya kedepan.” kata Syahran Ahmad.

Sementara Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia ( AMSI ) Wilayah Sulbar, Anhar yang hadir sebagai pemateri, dihadapan PPK mengatakan, penyelenggara pemilu penting memahami peran media itu harusnya bagaimana ?. Sehingga pola – pola media yang tidak bertanggungjawab menyebarkan Hoaks dan berita sesat dapat diantisipasi.

“Jelang perhelatan Pilkada, hoaks dan berita sesat selalu mengiringi. Bahkan munculnya media partisan menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Sehingga tidak jarang informasi yang disajikan berat sebelah dan terkesan melebih – lebihkan tidak sesuai fakta, untuk mendulam simpati. Hal ini tentu berbahaya jika tidak mampu disaring oleh masyarakat, karena bisa melahirkan simpati yang berlebihan. Tentu disini penyelenggara harus mampu memahami ragam dis dan mis informasi, sehingga tidak terjebak dan bisa menangkal hoaks yangberedar,” kata Anhar, Ketua AMSI Wilayah Sulbar. Sabtu ( 7/4 ).

Beberapa tools sederhana kita pelajari bersama untuk bisa mengindentifikasi dan menangkal hoaks.

“Saya menghimbau kepada masyarakat jangan mudah terhasut oleh pemberitaan atau info yang beredar khususnya di media sosial. Saring sebelum Share,” pungkas
Pimpred Katinting.com ini.

Kegiatan ini yang berlangsung dari tanggal 6 – 8 Maret 2020 menghadirkan pemateri, yaitu Heroik Muttaqin Pratama, S. IP ( Peneliti Perludem ), Firdaus Abdullah, SH ( Korwil JPPR Sulbar ), Harlywood Suly Junior ( Kordiv. Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Pasangkayu ), Anhar, S.Sos ( Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia Sulbar ), Adi Arwan Alimin, S.Pd ( Kordiv. Parmas dan SDM KPU Sulbar ) dan Drs. Irfan Rusli Sadek, M.Si ( Asisten III Pemkab Pasangkayu ). |Adji

Artikel ini telah dibaca 399 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya