Hukrim

Minggu, 8 Maret 2020 - 22:47 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Foto ilustrasi beras Bulog

Foto ilustrasi beras Bulog

Soal Kasus Bulog Mamuju, Penyidik Tipikor Polda Masih Menuggu Hasil Audit BPK-P

MAMUJU, pojokcelebes | Adanya dugaan permainan culas penyalagunaan anggaran di kantor badan urusan logistik ( Bulog ) Mamuju, yang laporannya sudah lama di meja penyidik, hingga saat ini masih menjadi atensi bagi penyidik Direktorat Kriminal Khsusu ( Krimsus ) Polda Sulbar.

Meskipun penyidik tidak terburu – buru soal penetapan tersangka dalam kasus ini, namun dalam hasil gelar perkara beberapa bulan lalu, statusnya penanganan kasus ini sudah dinaikkan dari penyelidikan menjandi penyidikan ( Sidik ).

Dari hasil keterangan Kabag Wasidik Dirkrimsus AKBP Yunus Halid, dihadapan sejumlah media mengaku bahwa polisi masih intens melakukan penyidikan. Namun soal penanganan kasus ini pihaknya tidak ingin gegabah dan sangata hati – hati. Untuk itu kata dia, pihaknya sampai saat ini masih menunggu hasil audit dari BPK – P Perwakilan Sulbar.

” Soal kasus ini, kami masih menunggu hasil audit dari BPK – P soal adanya kerugiannya, jika sudah ada pasti kami juga akan sampaikan ke rekan – rekan media, siapa tersangkanya,”singkat Yunus dalam acara coffee morning bersama Kapolda Sulbar, disalahsatu kantin di bekas kantor Polda Sulbar. Jumat kemarin ( 6/3 ).

Seperti yang diberitan pojokcelebes.com sebelumnnya, kepala Bulog Mamuju, M. Yatsir membenarkan, adanya dugaan penyelewengan anggaran harga beras dengan jumlah kurang lebih sekitar 600 juta berdasarkan hasil audit BPK Sulbar. Dan untuk membuktikan siapa saja terlibat didalamnya, kata dia, terpaksa persoalan ini dibawa kerana hukum.

” Iya benar pak, ada dugaan penyelewengan anggaran dana beras sekitar 600 juta tahun 2018 berdasarkan hasil temuan BPK yang kami ketahui. Dan ini sudah saya laporkan ke Tipikor Polda Sulbar,” kata Kepala Bulog saat ditemui pojokcelebes.com.

Lebih lanjut mengungkapkan, meskipun tidak menyebut siapa saja nama oknum yang terlibat bermain nakal dalam kasus harga beras di Bulog tahun 2018. Namun kata dia, otak pelaku kasus ini diduga dilakukan oleh oknum pejabat Bulog dan berjumlah lebih dari Satu orang.

” Iya ada oknum pejabat yang diduga bermain dan bukan hanya Satu orang tetapi lebih dari Satu orang.” Singkatnya tanpa menyebut inisial yang dimaksud.

Masih dia, berdasarkan laporan yang disampaikan ke Tipikor, modus yang dilakukan oleh oknum adalah membuat laporan fiktif sehingga mengakibatkan ada temuan BPK. Soal ini kata dia, pengungkapan dugaan praktik culas di tubuh Bulog ini, bertujuan ingin membersihkan Bulog Mamuju dari permainan nakal oknum dan mengupayakan mengembalikan kerugian negara.

” Iya kita ini masih menduga dan sekara ng Polisi tengah melaksanakan tugasnya, yang bisa membuktikan adalah pengadilan. Dan kita tunggu saja kinerja dari Polisi mengungkap praktik ini. Yang pastinya kami ingin mengembalikan kerugian negara sesuai dengan hasil audit BPK, ” pungkasnya. |Adji

Artikel ini telah dibaca 129 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya