Hukrim

Senin, 9 Maret 2020 - 21:37 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Jalan Tidak Kunjung Diperbaiki Dua Kecamatan Ancam Memisahkan Diri dari Kabupaten Mamasa

MAMASA,pojokcelebes | Ratusan warga mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Sipil Tandalangan Tandasau ( AMSI – TTS ) menggugat. Senin ( 9/3 ) menggelar unjuk rasa didepan kantor bupati Mamasa serta disimpang Tiga Tabone jalan Poros Polman – Mamasa Kelurahan Tabone Kecamatan Sumarorong Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ).

Kordinator lapangan Risal Landolalan, melakukan orasi dengan menyebutkan bahwa kondisi jalan poros Tabone, Nosu dan Pana yang semakin memprihatinkan. Dalam orasinya yang dilaksanakan secara bergantian, sejumlah tuntutan yang disampaikan.
Bahwa Selama Kabupaten Mamasa terbentuk masih ada dua kecamatan yang tidak dilirik dalam hal pembangunan insfratuktur jalan yakni Kecanatan Nosu dan Kecamatan Pana. Massa aksi meminta seharusnya Pemda Kabupaten Mamasa harus membetuk UPTD agar mudah dalam pengawasan pembangunan jalan dan selaku perpanjangan tangan masyarakat ke Pemda Kabupaten Mamasa. Selain itu kata dia, warga akan menuntut Dua Kandidat terpilih yang akrab disebut Harmonis agar secepatnya bisa memperbaiki jalan seperti yang dijanjikan dalam kampanyenya.

” kami akan menuntut pemda Mamasa yang dimana pada saat Kampanye Harmonis bahwa akan memperbaiki jalan – jalan kabupaten yang ada di Kecamatan Nosu dan Kecamatan Pana Kabupaten Mamasa. ” teriaknya

selain kata dia, mendesak dan menuntut Pemda Mamasa untuk membentuk tim khusus ( Timsus ) pengurusan peningkatan status jalan Tabone – Nosu – Pana ( TNP ) dari jalan strategis provinsi menjadi jalan Nasional, sesuai UU No. 38 tahun 2004 tentang jalan dan peraturan pemerintah No 34 tahun 2006 tentang jalan.

“Jika tuntutan tersebut diatas tidak dapat dipenuhi oleh Pemda Mamasa maka kami atas nama masyarakat Tandalangan Tandasau siap memisahkan diri dari Kabupaten Mamasa dan memohon Pemda Mamasa untuk memfasilitasi kami keluar dari wilayah administrasi Kabuapten Mamasa.” tegasnya.

Saat menerima pendemo, Bupati Mamasa Ramland Badawi, dihadapan massa aksi menyampaikan antara lain, soal status jalan strategis ke status jalan provinsi dan sudah berjalan sesuai pernyataan gubernur. Kata dia, setelah status jalan provinsi sudah tereilisasi maka barulah ditingkatkan ke status jalan Nasional. Selain itu kata Ramlan soal keberadaan alat berat yang ada di Kecamatan Nosu dan Kecamatan Pana sesuai hasil laporan kepala Dinas PU Kabupaten Mamasa bahwa sudah beres dan lengkap dengan foto-fotonya. Lanjut dia, mengenai persoalan yang terjadi di Tiga titik jalan akan dipreoritaskan untuk perbaikan insfratuktur dengan jalan pengerasan dan bukan betonisasi.

“Mengenai pembentukan UPT Daerah untuk sementara tidak bisa kami penuhi karena anggaran sudah terbagi, dan kemungkinan baru bisa kami penuhi setelah masuk di awal tahun 2021. Dan kami akan bertekad untuk membangun Kabupaten Mamasa kearah yang lebih baik.” kata Ramlan.

Selaian bupati Mamasa yang menjawab tuntutan para massa aksi, juga Ketua DPRD Mamasa, Orsan Soleman menyampikan arahannya. Kata Orsan, bahwa DPRD tidak tutup mata melihat kondisi jalan yang sangat rusak di Dua kecamatan. Sehingga kata dia, bersama dengan Pemda akan menyedikan alat berat di masing – masing kecamatan sehingga dapat mengontrol apabila ada jalan yang rusak di masing-masing wilayah kecamatan, namun kemungkinan hal itu baru dapat terwujud setelah periode kedua.

” Pada dasarnya kami tidak pernah menutup mata terkait pembangunan insfratuktur jalan disejumlah wilayah di Kabupaten Mamasa. Dan kami tetap memperhatikan dan terus memperjuangkan bagaimana infrastruktur jalan bisa dirasakan masyarakat Mamasa, ” pungkasnya.

Unjuk rasa ini dijaga ketat oleh pihak Kepolisian bersama Sat Pol PP. Dan pantaun media ini sekitar pukul 16 .00 wita aksi unjuk rasa ini membubarkan diri dengan tenang, aman dan tertib. |Rus

Artikel ini telah dibaca 1373 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya