Hukrim

Senin, 9 Maret 2020 - 00:27 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Kajari Pasangkayu, Imam MS. Sidabutar.

Kajari Pasangkayu, Imam MS. Sidabutar.

Majelis Hakim Pasangkayu Vonis Bebas Dua Debt Collector, JPU Nyatakan Kasasi

PASANGKAYU,pojokcelebes | Setelah divonis bebas oleh Majelis Hakim Negeri ( PN ) Kabupaten Pasangkayu, terhadap Dua terdakwa debt collector salahsatu perusahaan Finance di kota Mamuju, yakni Zulfikar dan Muh. Arif Gunawan.

Kepala Kejaksaan Negeri Pasangakyu, Imam MS. Sidabutar,SH menyatakan sikap untuk melakukan kasasi terhadap dua terdakwa yang divonis bebas.

” Terhadap bebasnya Dua terdakwa debt collector yang di putus bebas majelis hakim kemarin. Upaya hukum kami ambil adalah menyatakan sikap untuk melakukan kasasi dan ini tidak bisa ditawar lagi, “tegas Kajari Pasangkayu saat dite mui diruangan persidangan Tipikor Mamuju, beberapa hari lalu.

Menurut mantan Jaksa Koordinator tindak pidana khusus ( Pidsus) pada Kejaksaan Tinggi Gorontalo itu, bahwa sebelumnya jaksa penutu umum ( JPU ) menuntut terhadap Dua terdakwa dengan acaman pasal 368 Ayat ( 1 ) KUHP berbunyi, Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, untuk memberikan sesuatu barang, yang seluruhnya atau sebagian adalah milik orang lain, atau supaya memberikan hutang maupun menghapus piutang, diancam dengan pidana penjara paling lama 9 tahun. Dan menurut dia, JPU bisa membuktikan karena pasal 368 ini sudah memenuhi unsur dalam fakta persidangan.

” Kami menilai, memang keduanya terbukti bersalah dan kami bisa buktikan dengan pasal 368 dan memenuhi unsur dalam setiap fakta persidangan, ” jelas Imam

Lanjut dia katakan, pernyataan kasasi sudah disampaikan sejak hari Selasa kemarin di Pengadilan Negeri Pasangkyu, dan menyusul memori kasasi dengan waktu 14 hari kedepan. Diapun menyebutkan, terhadap tuntutan JPU Tiga tahun, dalam fakta persidangan bahwa Dua terdakwa debt collector itu telah mendatangi dan memaksa untuk mengambil mobil dengan menyerahkan bukti tanda terima pengambilan secara paksa untuk ditanda tangani sehingga JPU menuntut Tiga tahun penjara terhdap keduanya.

” Sebelumnnya kami tuntut Tiga tahun pejara terhadap Dua debt collector, maka dari itu karena majelis hakim vonis bebas kami nyatakan kasasi dan memori kasasinya tidak lama lagi kami masukkan, ” ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnnya, korban atas nama Herman melapor ke Polisi dengan No Pol : STPLP 1/05/X/2018 / SPKT SULBAR tertanggal 21 Oktober 2018. Dalam laporannya, korban merasa dirampas hak miliknya oleh kedua tersangka sebuah truk yang masih dalam kredit di salahsatu finace di Mamuju dengan cara ditarik paksa oleh dua terdakwa. Penarikan paksa itu dilakukan karena pemilik mobil sudah menunggak angsuran. Atas perbuatan yang dilakuan oleh kedua juru sita itu, tersangka diancam dengan pasal 362 kuhp jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau pasal 368 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke- 1 KHUP tentang penipuan dan penggelapan dengan
ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 19 tahun penjara.

Atas kasus ini, tambah Kasubdit Tiga itu meminta kepada masyarakat atau siapa saja. Jika ada yang mengalami kasus seperti diharapkan untuk melaporkannya ke pihak yang berwajib.

” Saya kira jika ada warga yang korban mengalami kasus seperti ini, agar segeralah melaporkanya ke kantor Polisi terdekat, ” harap Andi Mappijaji.|Adji

Artikel ini telah dibaca 394 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya