Hukrim

Kamis, 12 Maret 2020 - 21:30 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Mantan Kepsek SMK DDI Polewali jalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor.

Mantan Kepsek SMK DDI Polewali jalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor.

Pembacaan Dakwaan, Mantan Kepsek SMK DDI Polewali dan Bendahara Jalani Sidang Korupsi

POLMAN, pojokcelebesbes | Empat terdakwa Korupsi dana oprasional sekolah ( BOS ) di SMK Darud Da’wah Wal-Irsyad ( DDI ) Polewali Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar ( Polman ) Provinsi Sulawesi Barat. Resmi duduk dikursi pesakitan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri ( PN ) Mamuju, dalam agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum ( JPU ). Rabu ( 11/3 )

Empat terdakwa dengan berkas terpisah antri mendengarkan pembacaan dakwaan oleh JPU yang tak lain Kasipidsus Kejari Polman, Andi M. Rieker SH. Empat terdakwa itu diantaranya adalah terdakwa Muhammad Sidiq Bin H.M. Talib, selaku bendahara pada SMK Darud Da’wah Wal-Irsyad (DDI) Polewali Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat periode Bulan September Tahun 2014 sampai dengan Bulan September Tahun 2015. Terdakwa Yusnaeni binti H. Zainuddin Alias Ija, selaku bendahara SMK DDI Polewali. Terdakwa Nirmalasari Binti Abd Latif Alias Mala selaku operator Dapodik atau Dapodikmen pada SMK DDI Polewali Kecamatan Polewali dan Terdakwa Andi Munajad Hassan Bin Hein Takinta, selaku SMK Darud Da’wah Wal- Irsyad (DDI) Polewali Kecamatan Polewali periode Bulan April tahun 2015 sampai dengan Bulan Maret tahun 2016.

Dalam dakwaan Empat terdakwa memiliki peran masing – masing hingga ditemukan kerugian negara sebesar kirang lebih 300 juta. Seperti dakwaan Yusnaeni Binti Zainuddin Alias Ija, menyebutkan bahwa pada tahun anggaran 2015 sehubungan dengan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ) tahun anggaran 2015, sekira antara tanggal 08 Januari 2015 sampai dengan 17 Juni 2015, berdasarkan bukti print out rekening koran Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) Nomor : 0259 – 01 – 000651 – 30 – 9 atas nama rekening SMK DDI Polewali, telah dilakukan penarikan tunai dana BOS Tahun 2015 secara bertahap oleh Kepala sekolah pada saat itu atas nama Wahono ( Almarhum ) bersama saksi Muhammad Sidiq Bin Talib sebagai bendahara pada saat itu yang diketahui jumlahnya sebesar 97 juta.

Selanjutnya dari dana BOS yang sudah dicairkan tersebut, penggunaannya tidak sesuai peruntukannya atau dipergunakan tidak sebagaimana mestinya yakni antara lain.

Bahwa sekira antara tanggal 05 Januari 2015 sampaui dengan 26 April 2015, berdasarkan Laporan Pertanggung Jawaban ( LPJ ) dana BOS, diketahui terdapat pembelanjaan kegiatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya ( fiktif ) antara lain untuk bayar buku kurikulum 2013, pembelanjaan untuk kegiatan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) dan pembelanjaan untuk kegiatan US dan UN dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp. 74.435.000,- (tujuh puluh empat juta empat ratus tiga puluh lima ribu rupiah).

Senyatanya saksi Muhamad Sidiq selaku bendahara menggunakan sebagian dari dana tersebut untuk pembayaran gaji guru tenaga honorer dan guru atau staf struktural di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Darud Da’wah Wal-Irsyad (DDI) Polewali dan sebagian lagi dialokasikan untuk pembayaran-pembayaran kegiatan sekolah lainnya. Selain itu, belanja kegiatan UKK berasal dari iuran yang dipungut dari siswa sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) per siswa dari 167 jumlah siswa keseluruhan sehingga tidak menggunakan dana BOS namun belanja kegiatan UKK tersebut dipertanggungjawabkan ke dalam LPJ dana BOS. Hal tersebut dapat terjadi oleh karena pada saat itu saksi Nirmalasari Binti Abd Latif Alias Mala, meminta kepada saksi Muhammad Sidiq, nota dan kwitansi belanja kegiatan UKK tersebut namun nota dan kwitansi belanja kegiatan UKK ada pada bendahara kegiatan yakni saksi Nahira sehingga saksi Nirmalasari Alias Mala meminta nota dan kwitansi belanja kegiatan UKK tersebut kepada saksi Nahira.

Sidang yang diketuai Majelis Hakim Abdullatif, SH, MH bersama Dua hakim anggota Andi Adha, SH. MH dan Yudikasi Waruwu, SH.MH. Sedangkan Empat terdakwa didampingi oleh penasehat hukumnnya Hendri, SH.  Dan sidang kembali digelar pada pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. |Adji

Artikel ini telah dibaca 1930 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya