Hukrim

Kamis, 12 Maret 2020 - 22:25 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Kuasa Hukum Kedua terdakwa, Abdul Wahab, SH.

Kuasa Hukum Kedua terdakwa, Abdul Wahab, SH.

Soal Korupsi Lahan Sawit, PH Kedua Terdakwa Minta Polisi Harus Periksa Mantan Bendahara

MAMUJU,pojokcelebes | Dua ketua kelompok tani ( Koptan ), yang terseret dalam pusaran korupsi pembukaan lahan land clearing pada Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) tahun 2013, di Desa Leling Utara dan Desa Salundengeng Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju. Kedua tersangka itu adalah Anwar Raropi dengan Zainal Said. Yang baru saja dilimpah penahanannya di Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Mamuju atau Tahap Dua. Kamis pagi ( 12/3 ).

Ditemui penasehat hukum ( PH ) Kedua terdakwa, Abdul Wahab, SH kepada pojokcelebes. com mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi yang disangkakan terhadap Dua kliennya dinilai sangat tergesah – gesah alias terburu yang dilakukan oleh penyidik Tipikor Polresta Mamuju. Dihadapan Media dengan tegas Wahab menyebutkan, bahwa apa yang dilakukan oleh kedua kliennya adalah berdasarkan dengan perintah dan punya surat kuasa dalam menjalankan tugas dari Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar.

” Saya minta teman – teman media untuk menerapkan praduga tak bersalah terhadap klien kami ya. Dan saya menilai bahwa penyidik terlalu tergesah – gesah menetapkan menjadi tersangka terhadap keduanya karena keduanya ini hanya seorang petani dan mereka melaksanakan tugas berdasarkan perintah tanpa tau apa – apa, ” kata Wahab ditemui di Polresta Mamuju.

Wahab berharap kepada penyidik Polisi agar kasus ini tidak mentok penetapan tersangka terhadap Kedua kliennya saja. Namun meminta kepada penyidik untuk memeriksa nama – nama yang ditetapkan oleh Pengadilan Tipikor Mamuju saat pembacaan putusan terhadap mantan Kadis Perkebunan Supriyanto dan mantan Kabid Soni Mangintung yang keduanya sudah inkra. Seperti kata Wahab, diantaranya adalah nama mantan bendahara terpidana Korupsi Supriyanto. Bahkan dalam penetapan itu kata dia, ada nama pejabat yang ikut terseret dalam kasus ini.

” Kita berharap jangan hanya klein kami dijadikan tumbal tesangka baru namun harus Polisi menggali lebih dalam kasus ini. Seperti mantan bendahara pak Supriyanto itu harus di periksa. Bahkan ada nama pejabat yang juga disebut dalam penetapan itu. Saya tau karena saya kuasa hukumnnya kemarin pak Supriyanto dan pak Soni yang sekarang sudah menjalani masa tahanannya di Rutan Mamuju.” ungkap Wahab.

Dua orang petani yang tak lain adalah ketua Kelompok Tani ( Koptan ) yang dinaikkan statusnya menjadi tersangka oleh penyidik Tipikor Polresta Mamuju. Kata Wahab, optimis akan membuktikan di pengadilan nanti bahwa kliennya tidak bersalah.

” Kita lihatlah nanti di persidangan, kami yakin bahwa klein kami tidak bersalah dan pasti kami akan buktikan dengan bukati yang ada, ” tegas Ketua WA dan Parnert. | Adji

Artikel ini telah dibaca 90 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya