Hukrim

Minggu, 15 Maret 2020 - 23:22 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Kondisi terakhir pekerjaan proyek pasar Rakyat Tarailu.

Kondisi terakhir pekerjaan proyek pasar Rakyat Tarailu.

Serap APBN 6 Miliar, Proyek Pembangunan Pasar Rakyat Tarailu Disorot

MAMUJU pojokcelebes.com | Pekerjaan Pembangunan Pasar Rakyat Tarailu yang sudah berjalan hampir 4 bulan di Desa Tarailu Kecamatan Sampaga Kabupaten Mamuju, menuai sorotan warga setempat. Pasalnya proyek pasar yang dikerjakan di Bulan November 2019 yang diketahui menggunakan APBN senilai 6 Miliar dari bantuan Kementerian Perdagangan RI tahun 2019, dinilai lelet.

Salahsatu yang menjadi sorotan publik adalah tidak ditemukannya papan proyek disekitar proyek pembangunan pasar. Padahal papan proyek itu penting karena berdasrakan amanah undang – undang tentang Keterbukaan Informasi Pablik ( KIP ) nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres nomor 54 Tahun 2010 dan nomor 70 Tahun 2012.

” sebenarnya pembangunan ini harus ada papan proyeknya agar warga bisa mengetahui jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.” kata Ali, salahseorang warga Desa Tarailu.

Selain papan proyek, juga menjadi sorotan adalah adanya keterlambatan pekerjaan yang diketahui proyek sekelas pembangunan pasar harus rampung Bulan Desember 2019. Namun nyatanya kata dia, saat ini sudah pertengahan Bulan Maret 2020.

” Liat mi saja, ini proyek lambat, ini kan sudah Bulan Maret 2020. Biasanya proyek 2019 harus rampung di tahun 2019, kalau tidak salah, ” ungkap Ali

Ali juga mengaku, keberadaan lapak penjual ikan juga mendapat keluhan dari pedagang ikan karena ukurannya yang tidak maksimal, seperti pintu masuk kedalam lapak kurang lebar yang nantinya akan berdesak – desakan pembeli saat pasar itu ramai.

“Pedagang kurang puas utamanya penjual ikan karna ukuran panjang lapaknya kurang cuman Dua meter saja, harusnya Dua setengah meter sampai Tiga meter. Apalagi, pintu masuk
kedalam lapak penjual ikan kurang lebar, disaat pasar padat pasti pembeli ikan berdesak-desakan dipintu masuk, ” ujar Ali.

Dikonfirmasi kepada PPK Proyek pasar Tarailu, Irwan mengaku, bahwa proyek pembangunan pasar Tarailu diakui memang pekerjaannya terlambat dengan berbagai alasan seperti
kata dia, lambatnya turun DIPA kala itu serta relokasi pedagang dan lambatnya penerbitan sertipikat lokasi pasar.

” Saya akui ini pekerjaan memang lambat dengan beberapa alasan. Diantaranya soal DIP yang lambat turun dimana Dipa turun bulan Oktober 2019 sehingga rekanan bisa eksen Buolan November 2019.” kata Irwan yang mengaku proyek ini pekerjaan awalnya bulan November 2019.

” Meskipun lokasi pasar itu sudah dihibahkan tapi pemerintah tidak mau ceroboh tetap menunggu penerbitan sertipikat sebelum dikerja serta lambatnya relokasi para pedagang.
Semua ini, yang membuat lambatnya pekerjaan awal, ” tambah Irwan

Pria yang berkacamata itu mengaku, saat ini pihak rekanan sudah kena sanksi yang disebut pemberian kesempatan kerja selama waktu 90 hari kedepan oleh BPK dengan denda berjalan. Dan kata dia, pemberian kesempatan kerja ini berakhir Bulan Maret 2020.

” pihak rekanan sudah kena sanksi. Bukan lagi adendum ya tapi pemberian kesempatan kerja yang diberikan oleh BPK selama 90 hari dan dendanya sudah berhjalan. Namun bila
mana waktu yang diberikan dalam kesempatan kerja juga tidak rampung, ya tanggung resiko saja pasti denda tambah besar, ini yang saya sampaikan kepada pihak rekanan, ” ujarnya.

Pria berkacamata itu berharap, agar pihak rekanan bisa memperhatikan semua ini agar semua tidak ada yang dirugikan. Namun kata dia, jika proyek ini dihentikan pasti asas manfaatnya tidak ada malah merugikan masyarakat setempat, sementara kata dia, proyek ini diikat dengan aturan.

” kalau kita hentikan pasti tidak ada asas manfaatnya nantinya masyarakat yang rugi sementara ada aturan yang mengikat, ” tuturnya.

Dia menambahkan, soal ini pihak dari BPK serat penagawas dari kementerian pusat sudah dikunjungi langsung beberapa Minggu lalu. Dan berharap pihak rekanan bisa memperhatikan mekanisme terutama sisa waktu yang diberikan.

” ya kalau bisa pihak rekanan harus menambah tenaga kalau mau cepat rampung sementara waktunya sudah semakin dekat. Tapi kita optimis proyek pasar Tarailu ini bis rampung,” pungaks Irwan. |Zul / Adji

Artikel ini telah dibaca 111 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya