Hukrim

Selasa, 17 Maret 2020 - 22:37 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Mantan bendahara desa Salubarana sebagai terdakwa kasus penganiyaan di Desa Salubarana Kec. Sampaga, menjalani sidang putusan di PN Mamuju.

Mantan bendahara desa Salubarana sebagai terdakwa kasus penganiyaan di Desa Salubarana Kec. Sampaga, menjalani sidang putusan di PN Mamuju.

Mantan Bendahara Desa Salubarana Vonis 2 Tahun Penjara, Korban Lakukan Protes

MAMUJU,pojokcelebes | Mantan bendahara Desa Salubarana Kecamatan Sampaga Kabupaten Mamuju, Syahril alias Alling bin Ismail yang menjadi terdakwa atas kasus penganiyaan yang dilakukan terhadap korban Zainuddin, Selasa ( 17/3 ) divonois bersalah oleh majelis Hakim Pengadilan Negeri ( PN ) Mamuju dengan putusan 2 tahun penjara. Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut 2,5 tahun penjara.

Sidang dengan nomor perkara 19/Pid.B/2020/PN Mam di PN Mamuju di ketuai oleh Andi Adha, SH dan Dua Hakim manggota Nurlely, SH dengan Harwansyah, SH.MH, Dalam persidangan tersebut majelis hakim memutus terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat (1) KUHP dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun.

“Atas fakta yang terungkap dalam persidangan, Majelis hakim memutus terdakwa terbukti bersalah dan menjatuhkan pidana penjara selama Dua tahun dikurangi selama terdakwa
berada dalam tahanan,” ujar Ketua Majelis hakim saat membacakan amar putusannya.

Dalam pembacaan amar putusan, disaksikan langsung puluhan keluarga korban Zainuddin masih berlangsung aman. Namun usai pembacaan vonis, korban Zainuddin tiba – tiba melayankan sikap protes didepan Tiga mejelis hakim dan meminta tidak menerima putusan yang diberikan terhadap terdakwa yang hanya Dua tahun penjara. Dan vonis tersebut sangat melukai dirinya dan keluarganya. Bahkan selain korban Zainuddin melayankan sikap protes juga ada beberapa pria yang tak lain keluarga korban juga dengan lantang memprotes putusan majelis hakim yang meminta kepada mejelis hakim untuk membebaskan terdakwa jika hanya Dua tahun putusan yang diberikan.

” maaf pak hakim, jujur pak, saya tidak terima kalau terdakwa diberikan hukuman kalau hanya Dua Tahun karena sangat saya dirugikan atas apa yang dilakukan terhadap saya, saya habis uang pribadi saya hanya biaya berobat. Apalagi saya sudah bicara dengan pak jaksanya, katanya terdakwa ini hukuman yang diterima paling lama Lima tahun dan paling rendah Tiga tahun, ” kata Zainuddin yang mengaku sangat kecewa mendengar putusan majelis terhadap terdakwa yang memvonis hanya Dua tahun penjara. putusan.

” Kalau hanya Dua tahun pak hakim bebaskan saja, daripada, ” teriak salahseorang pengunjung lainnya yang tak lain keluarga korban.

Terhadap tanggapan korban Zainuddin dihadapan majelis hakim, Ketua majelis hakim mampu memberikan solusi dan mendinginkan suasana dalam ruangan persidangan yang sempat tegang. Terhadap Zainuddin agar tetap tenang, dan meminta kepada korban jika kiranya ada yang mau disampikan soal perkara ini sekiranya berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum.

” Saya mengerti pak dan kami minta maaf dan saya harap tenang ya. Kalau ada yang mau disampikan, kita sampaikan saja lewat penuntut umum ya, dan itu haknya bapak, ” pinta Andi yang menenagkan Zainuddin.

Ditempat yang terpisah, Jaksa penuntut umum, Syamsul Alam, SH.MH dengan singkat kepada media mengatakan bahwa putusan terhadap terdakwa kasus penganiyaan Syahril alias Alling bin Ismail, pihaknya menyatakan sikap banding. Kata dia, sebelumnnya jaksa penuntut menuntut terdakwa 2,5 tahun penjara karena terbukti melakukan penganiyaan dengan melukai korban.

” soal putusan terhadap kasus penganiyaan, kami nyatakan banding dan itu kami katakan didepan keluarga korban, ” singkat Syamsul.

Sidang yang dijaga ketat oleh anggota polisi, pasca acara pembacaan materi dakwaan yang sempat tegang. Terlihat terdakwa langsung dibawa lari oleh anggota Polisi untuk diamankan. Bahkan diluar gedung PN, keluarga korban yang tidak terima dan kecewa, masih sempat komunikasi dengan JPU dan berjalan lancar namun tiba – tiba berubah jadi panas, beruntung bisa dikendalikan oleh anggota polisi.. |Adji

Artikel ini telah dibaca 92 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya