Hukrim

Jumat, 20 Maret 2020 - 18:16 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Konsisi jalur jalan ke UPT Rano Mehalaan Barat Kab. Mamasa mengalami rusak parah.

Konsisi jalur jalan ke UPT Rano Mehalaan Barat Kab. Mamasa mengalami rusak parah.

Diduga Gunakan Pasir Gunung, Rabat Beton Jalur Transmigrasi UPT Rano Mehalaan Barat Disorot

MAMASA pojokcelebes.com | Keberadaan jalan rabat beton dijalur pendakian Dusun Salu Marante, Desa Mehalaan Barat Kecamatan Mehalaang Barat Kabupaten Mamasa, kembali menuai sorotan. Pasalnya kondisi jalan tersebut sudah mengalami kerusakan akibat diduga pembangunannya diduga menggunakan material pasir gunung bukan pasir sungai. Padahal, proyek ini baru saja dikerjakan dengan anggran 1,2 Miliar bersumber APBN tahun 2018.

Salahsatu sorotan yang bersumber dari Pemerintah Kecamatan Mehalaan Barat. Armin sebagai Camat setempat mengaku sangat disayangkan ada proyek pembangunan jalan rabat beton menuju perkampungan transmigrasi rekanannya diduga menggunakan pasir gunung. Armin menyebutkan, kala itu saat pekerjaan pihaknya pernah menegur agar tidak menggunakan pasir gunung tapi harus menggunakan pasir sungai namun tidak diindahkan oleh pihak rekanan.

” Pembangunan Rabat Beton dijalur pendakian Dusun Salu Marante Desa Mehalaan Barat memang Seratus persen menggunakan pasir gunung, saya perna tegur kepada rekanannya pak Tukimin selaku penaggung jawab mengaku pasir gunung yang digunakan sudah lolos uji laboratorium dan layak di gunakan,” ungkap Armin.

Armin yang ingin tidak langsung percaya alasan penaggung jawab pekerjaan dengan meminta hasil leb yang disebut pihak rekanan sudah lolos uji leb. Namun permintaan Armin lagi – lagi tidak diindakan hingga proyek tersebut rampung.

” Terus saya bilang kalau memang lolos uji lab, tolong perlihatkan hasil uji Lebnya, tapi sampai selesai penkerjaan hasil uji Lebnya tidak pernah di perlihatkan. ” Terang Armin dengan nada kesal.

Masih dia, kala itu mengaku ada niatnya ingin berhentikan pekerjaan namun lagi – lagi mengaku bukan kewenangannya. Tetapi kata dia, apa yang terjadi sekarang jalan rabat tersebut yang sudah mengalami kerusakan sudah sangat dirasakan masyarakat Desa Mehalaan Barat.

” Yang terjadi saat ini masyarakat sudah ada yang mengeluh karena kondisi jalan sudah rusak parah, ini kan tidak tahan karena pakai pasir gunung. Kala itu, saya mau berhentikan pekerjaan bukan kewenangan saya, kewenangannya aparat penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian dan Kejaksaan, kami cuma bisa menegur saja, tapi mereka hanya mendengar.” ungkap Armin. | Zul

Artikel ini telah dibaca 1032 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya