Hukrim

Jumat, 20 Maret 2020 - 08:35 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Sidang Tipikor kasus PLTMH di Kabupaten Mamasa, dengan agenda pembcaan dakwaan oleh JPU.

Sidang Tipikor kasus PLTMH di Kabupaten Mamasa, dengan agenda pembcaan dakwaan oleh JPU.

Sidang Perdana Tiga Terdakwa Kasus Korupsi PLTMH Mamasa, Dihadiri Kerabat Dekat

MAMASA,pojokcelebes | Tiga terdakwa kasus Korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro ( PLTMH ) yang merugikan keuangan negara 1,6 miliar, hingga menyeret nama Ludia Binti Hendrik Bonggalola selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah pada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mamasa tahun 2014 dengan Benny Eben Alias Papa Ivel selaku Ketua Koperasi Karya Bakti dan nama Rudi Bin Jidon selaku pelaksana pembangunan PLTMH ( Rekanan ). Kamis kemarin ( 20/3 ), resmi duduk dikursi pesakitan Pengadilan Tipikor Mamuju dengan agenda pembacaan dakwaan.

Pembacaan dakwaan dengan berkas terpisah yang dibacakan oleh Jaksa penuntut umum ( JPU ), Akbar SH, terlihat Tiga terdakwa antri duduk dikursi pesakitan mendengarkan pembacaan dakwaan dari JPU.

Meskipun hujan deras, terpantau dalam ruangan persidangan Tipikor, pembacaan dakwaan oleh Kaksipidsus Kejari Mamasa diawali dakwaan Benny Eben Alias Papa Ivel dan dilanjutkan oleh Ludia Binti Hendrik Bonggalola dan ditutup terdakwa Rudi Bin Jidon.

Seperti materi dakwaan terdakwa Ludia selaku kepala bidang Pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah pada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mamasa tahun 2014. Disebutkan pada tahun 2014 diterbitkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ( DIPA ) Kementerian Koperasi, Usaha Mikro dan Usaha Kecil Menengah Deputi Bidang Produksi Tahun Anggaran 2015 Nomor : DIPA -044. 01. 1. 622297 / 2015, terdapat program belanja bantuan sosial untuk pemberdayaan sosial dalam bentuk uang kegiatan penguatan dana untuk koperasi dalam rangka pengembangan usaha produktif berbasis energi baru terbarukan ( PLTMH ) dengan total alokasi anggaran sebesar 12,8 Miliar untuk delapan koperasi penerima dengan harga satuan 1, 6 Miliar per – Koperasi.

Selanjutnya terdakwa Benny Eben Alias Papa Ivel selaku Ketua Koperasi Karya Bakti menyampaikan surat permohonan bantuan pengembangan usaha produktif berbasis PLTMH kepada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mamasa dengan dilampiri proposal Pembangunan Jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Desa Kebanga Kecamatan Buntu Malangka Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat sebesar 1,7 Miliar. Disebutkan bahwa proposal yang dibuat oleh Koperasi Karya Bakti yang dibuat tidak sesuai dengan yang sebenarnya karena terdapat manipulasi dokumen neraca koperasi dan rencana pengembangan usaha ( RPU ) / Business plan yang menyatakan bahwa koperasi Karya Bakti bergerak di bidang usaha pengolahan dan pemasaran kopi serta pelayanan jasa kelistrikan yang tidak sesuai dengan bidang usaha koperasi pada dokumen Akta Pendirian dan Surat Ijin Usaha Perdagangan ( SIUP ), Tanda Daftar Perusahan ( TDP ), yakni kegiatan usaha pokok koperasi adalah simpan pinjam, kios dan penjualan sembako.

Terdakwa Ludia Binti Hendrik Bonggalola mendatangi saksi Benny Eben Alias Papa Ivel pengurus koperasi Karya Bakti dan menyampaikan bahwa koperasi Karya Bakti akan disewa untuk kegiatan pembangunan PLTMH dengan biaya sewa 3 pers.

Kemudian karena saksi Benny Eben Alias Papa Ivel tidak tahu membuat proposal maka terdakwa menyuruh saksi J. Bombong Jacobus dan saksi Reginald membuat proposal koperasi Karya Bakti namun sebelumnya telah disetujui oleh saksi Benny Eben Alias Papa Ivel ( Ketua Koperasi Karya Bakti ) yang terdiri dari Surat Penunjukan Penanggungjawab teknik, Bussiness Plan, Surat Permohonan Bantuan, proposal, profil koperasi, laporan pertanggungjawaban ( LPJ ) pengurus / pengawas, Berita Acara Rapat Anggota, Surat Pernyataan, Neraca Koperasi, laporan hasil RAT yang contoh seluruh dokumen tersebut diberikan oleh terdakwa.

Selanjutnya dokumen proposal Koperasi Karya Bakti yang telah selesai dibuat lalu saksi J. Bombong Jacobus dan saksi Reginald mengajukan Proposal tersebut ke Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mamasa melalui terdakwa dengan dilampiri surat pernyataan bahwa koperasi karya bakti belum pernah mendapatkan bantuan dan tanpa melalui proses verifikasi kelayakan teknis yang seharusnya dilakukan oleh terdakwa, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mamasa menerbitkan surat rekomendasi nomor : 900 / 49 / K. UMKM / III / 2015 ke Menteri Koperasi dan UMKM RI yang merekomendasikan koperasi Karya Bakti sebagai penerima dan pengelola bantuan.

Dalam dakwaan ini disebutkan, terdapat laporan akhir studi kelayakan pembangkit listrik tenaga mikro hidro Desa Kebanga Kabupaten Mamasa Tahun 2015 yang dibuat konsultan perencana CV. Cahaya Agung Purna dengan menggunakan data hasil survei saksi Ismoko ( surveyor PLTMH ) dimana pelaksanaan survei tersebut terdapat kesepakatan antaran terdakwa dan saksi Rusdi Tahir yang merupakan kepala Subbidang kelistrikan kementerian koperasi dan UMKM RI terkait biaya survei PLTMH sebesar 60 Juta per – titik survei diluar biaya transportasi dan akomodasi.

Selain itu, bahwa Koperasi Karya Bakti tidak memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai penerima bantuan PLTMH karena dari hasil verifikasi kementerian koperasi dan UMKM RI terdapat persyaratan dari proposal koperasi karya bakti yang belum dilengkapi yakni :

1. Memiliki kantor, sarana kerja serta alamat yang jelas
2. Berita acara RAT yang memuat laporan pertanggungjawaban rencana yang akan datang, klausul persetujuan anggota untuk pengembangan usaha sesuai bantuan yang diterima serta memberikan kewenangan kepada pengurus untuk mencari sumber pendanaan.

Selanjutnya, bahwa saksi Benny Eben Alias Papa Ivel selaku ketua koperasi karya bakti tidak melengkapi persyaratan tersebut, Koperasi Karya Bakti tetap ditetapkan sebagai koperasi
penerima bantuan oleh kementerian koperasi dan UMKM RI berdasarkan surat Nomor : 107 / Kep / Dep. 2 / VI / 2015 tentang Penetapan Koperasi Peserta Program Bantuan Sosial Dalam Rangka Pengembangan Usaha Produktif Berbasis Energi Baru Terbarukan ( PLTMH ) Tahun Anggaran 2015 dengan nilai bantuan sebesar 1,6 Miliar.

Sidang Tipikor yang dipimpin ketua majelis hakim Andi Adha, SH dan Dua Hakim anggota Nurlely, SH dengan Yudikasi Waruwu, SH.MH. Sementara Dua orang terdakwa Benny bersama terdakwa Ludia masing – masing didampingi kuasa hukumnya yakni Jeck Timbonga, SH.MH bersama Ester Sambo Paillin, SH.

Pantauan media ini, sidang perdana terhadap Tiga terdakwa yang semuanya adalah warga Kabupaten Mamasa, dihadiri sejumlah kerabat dekat seperti isteri dan anak terdakwa dengan datang langsung memberikan suport dan dukungan terhadap Ketiganya. Seperti diketahui, sidang kembali digelar pada pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. |Adji

Artikel ini telah dibaca 1767 kali

Baca Lainnya