Hukrim

Sabtu, 21 Maret 2020 - 08:59 WIB

3 minggu yang lalu

logo

korban memperlihatkan anak sapinya yang masih di kandang setelah induknya dicuri pelaku.

korban memperlihatkan anak sapinya yang masih di kandang setelah induknya dicuri pelaku.

Cerita Korban yang Kehilangan Sapi, Sempat Diancam Ditembak

MAJENE,POJOKCELEBES | Seorang warga atas nama Abdul Hafil asal Desa Mekatta Selatan Kecamatan Malunda Kabupaten Majene, menjadi korban pencurian ternak, Rabu dini hari ( 18/3 )sekitar jam 02.00 wita, disamping rumahnya di Dusun Tanisi Selatan Desa Mekatta Selatan. Korban mengaku mendapat ancaman senjata dari pelaku saat seekor sapinya mau di eksekusi dimasukkan kedalam mobil.

” Saya diancam pak mau ditembak, dia bilang,”jangan ko mendekat tai laso, kutembak kamu itu, ” kata korban Abdul Hafil yang menirukan nada ancaman pelaku pencuri sapinya.

Cerita korban Abdul Hafil semakin kesal saat melihat langsung seekor sapinya yang belum lama beranak diangkut didepan matanya menggunakan mobil. Kata dia, saat itu ingin rasanya berteriak dan melempar batu kepelaku tapi disisi lain nyawanya pasti terancam.

Menurut Hafil, bermula pada kejadian Rabu dini hari ( 18/3 )sekitar jam 02.00 wita. Seekor sapi yang baru saja Tiga hari beranak dikandangkan tidak jauh dari rumahnya. Tiba- tiba
sekelompok orang yang menggunakan penutup wajah datang menjemput sapinya dalam kandang dan dimasukkan kedalam mobil. Seketika itu kata dia, mengintip dan mendekat dengan memegang batu namun tidak berdaya akibat andanya ancaman dari pelaku dengan menggunakan alat yang menyerupai senjata laras pendek.

” Saya lihat pak, ada kecil warna hitam ditanganya seperti pistol, makanaya saya takut mendekat. Apalgi berkali – kali ingin mengancam katanya ‘jangan mendekat – dekat kamu mati
itu, lalu mereka melarikan mobilnya mengarah ke Mamuju, ” ujarnya

Atas peristiwa kecurian yang dialami Hafil, mengaku pagi nya langsung ke Polsek setempat untuk membuat laporan Polisi. Dan dia berharap, polisi bisa mengungkap para pelaku pencuri ternak yang sudah meresahkan masyarakat karena diduga kelompok ini membawa senjata api .

” Saya berharap pak polisi bisa menangkap para pelaku pencuri ternak ini. Karena para pelaku ini sudah sangat meresahkan apalgi mereka membawa senjata, ini yang ditakutkan jangan sampai sapinya sudah diambil pemiliknya ditembak,” harap Abdul Hafil

Dikonfirmasi kepoada Kapolsek Malunda, AKP Adriyan Fredrick Kopong mengaku, memang ada korban pencurian ternak langsung membuat laporan Polisi setelah seekor sapinya dibawa lari kabur orang dengan menggunakan mobil. Dan laporan korban itu kata dia, pihaknya sudah melakukan lidik. Sedangkan soal adanya ancaman korban oleh pelaku menggunakan senjata api, polisi juga masih kumpulkan bukti – bukti karena saat kejadian dalam kedaan gelap dan memang korban diancam tapi tidak jelas korban melihat, apakah senjata benar atau senjata mainan alias korek api.

” Kita lihat dulu karena laporannya hari itu juga sudah masuk dan anggota kami sudah melakukan lidik. Soal senjata saya belum bisa komentar apakah ada atau tidak karena kejadiannya gelap, dan memang korban diancam oleh pelaku agar tidak melakukan perlawanan. Dan kasus ini kami sudah lidik ditunggu ya info selanjutnya, ” kata Adriyan.

Mantan Kasat Narkoba Polres Mamuju Utara itu, berharap kepada msyarakat untuk kembali mengaktifkan Sistim keamana lingkungan ( Siskamling ) untuk bisa mencegah hal – hal yang tidak diinginkan.

” Saya sudah sampaikan dalam sosialisasi kepada seluruh Kades, agar kembali mengaktifkan Siskamling. Hal – hal seperti inilah yang kita jaga, jangan sampai terulang lagi. Apalgi dalam waktu dekat ini Kabupaten Majene akan mengahadapi pesta demokrasi yang tentunya kita menginginkan daerah ini aman dan nayaman, ” pungkas Adriayan. |Adji

Artikel ini telah dibaca 443 kali

ADVERTNATIVE
Baca Lainnya